Sementara itu, Arifin mengaku hilang kendali karena rem kendaraanya tidak berfungsi maksimal. Ia terpaksa memutar stirnya ke arah kiri demi menghindari kecelakaan yang lebih parah. “Dan juga saya merasa cukup ngantuk.
Karena panik setelah menabrak mobil di depan, saya langsung banting stir ke arah kiri dan menabrak bangunan supaya tidak terjadi kecelakaan yang lebih parah,” jelasnya.
Sementara itu, Jenal (40) pengandara jalan mengeluh atas dampak dari kecelakaan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu membuat arus lalu lintas terganggu karena badan kendaraan memakan sebagian jalan. “Arus lalu lintas terganggu akibat insiden ini. Bayangkan saja, dari Segog ke Cisaat saja harus memakan waktu satu jam lebih,” tandasnya.
Anggota kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi masih melakukan upaya evakuasi dan pengaturan arus lalu lintas. (Cr15/d)





