Raih Hibah PKKM, Prodi Agribisnis Faperta UMMI Tingkatkan Kualitas Mahasiswa dan Dosen

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang memiliki visi unggul, mandiri dan Islami, senantiasa terus meningkatkan kualitasnya dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

PROGRAM: Agribusiness Supercamp Day 1 Prodi Agribisnis Faperta UMMI.

 

Bacaan Lainnya

Upaya itu dilakukan dengan berbagai strategi, diantaranya dengan kerjasama kemitraan baik nasional maupun internasional.

Hal ini merupakan kerja keras dari Ketua/Koordinator Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Prodi Agribisnis Faperta UMMI, Reny Sukmawani bersama tim yang terdiri dari Ema Hilma Meilani selaku ketua prodi, dan Endang Tri Astutiningsih.

Ketua/Koordinator PKKM Prodi Agribisnis Faperta UMMI Reny Sukmawani menjelaskan bahwa kegiatan bersama mitra dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan seperti peningkatan kapasitas dosen, kerjasama kurikulum MB-KM melalui pertukaran pelajar serta magang, kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kerjasama publikasi.

“Di dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, Prodi Agribisnis Faperta UMMI selalu terdepan. Hal ini terbukti dengan diraihnya akreditasi A (unggul), dan diraihnya berbagai prestasi lainnya baik oleh prodi secara kelembagaan maupun oleh mahasiswa dan dosen di Prodi Agribisnis,” tutur Ketua/Koordinator PKKM Prodi Agribisnis Faperta UMMI, Reny Sukmawani melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, salah satu prestasi yang diraih secara kelembagaan adalah lolosnya Prodi Agribisnis dalam PKKM dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), sehingga berhak mendapatkan dana implementasi program PKKM sebesar Rp500 juta.

“PKKM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu, dan relevansi perguruan tinggi agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut perempuan dengan segudang prestasi ini, kegiatan PKKM diarahkan untuk meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU PT) yang lebih baik yang meliputi kesiapan kerja lulusan, mahasiswa di luar kampus dalam kegiatam Merdeka Belajar kampus Merdeka (MBKM), dosen yang berkegiatan tri dharma (Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,red) di kampus lain, kualifikasi dosen, penerapan riset dosen, kemitraan program studi , pembelajaran dalam kelas menggunakan pendekatan project based learning , dan akreditasi/ sertifikasi internasional.

Terbitnya kebijakan Kemendikbudristek mengenai implementasi konsep pembelajaran MB-KM, telah memperluas kesempatan implementasi MB-KM yang berkualitas melalui berbagai model pembelajaran di UMMI.

Prodi Agribisnis sebelumnya telah memperoleh hibah kerjasama kurikulum MB-KM tahun 2020, sehingga dengan diraihnya hibah  PKKM ini, Prodi Agribisnis dapat melanjutkan implementasi kurikulum MB-KM dengan kegiatan studi dengan mitra, meningkatkan inovasi pembelajaran untuk memfasilitasi mahasiswa studi diluar prodi, dan meningkatkan relevansi kegiatan dosen untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

PKKM Prodi Agribisnis ini mencanangkan sepuluh aktivitas yang diprogamkan, dan terbagi lagi menjadi 23 sub aktivitas. Semua aktivitas dan sub aktivitas itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, dosen dan prodi secara kelembagaan sehingga dapat tercapai peningkatan IKU PT.

“Kesepuluh aktivitas dengan 23 sub aktivitas tersebut telah dilaksanakan mulai Juli, dan akan berakhir di Desember 2021. Namun demikian, Prodi Agribisnis berkomitmen untuk terus secara berkelanjutan akan melaksanakan program yang tersusun agar peningkatan kualitas dapat dicapai secara terus menerus,” tegas Reny.

Sampai Juli 2021, telah dilaksanakan sub aktivitas khusus untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan calon lulusan. Mitra kerjasama dalam implementasi PKKM ini UNPAD, OISCA, Rumahku hijau, Universitas Majalengka (UNMA), international Asosiation Abroad Pendidikan Thailand Selatan, dan juga melibatkan alumni berprestasi sebagai enterpreuneur juga alumni yang berkarir di Thailand serta Jepang.

“Melalui PKKM ini, kami dari Prodi Agribisnis juga mempersiapkan diri untuk mencapai akreditasi/sertifikasi internasional,” ujarnya.

Hal tersebut dinilai penting untuk diprogramkan, agar Prodi Agribisnis memiliki daya saing bukan hanya ditingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional. (*/sri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *