Dasep yang pernah berkarier di Astra selama enam tahun dan menempuh pendidikan di Stuttgart, Jerman, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar di industri baterai. “Pasar kita besar, sumber material nikel melimpah, dan SDM kita mumpuni. Tiga-tiganya ada di negara kita,” ujarnya.
Meski mobil listrik asing kini menguasai pasar Indonesia, Dasep tetap optimistis. Baginya, inovasi “rumah” baterai ini adalah bentuk kontribusi nyata agar bangsa tidak kembali kehilangan kesempatan di era kendaraan listrik. “Silakan semua orang bikin mobil listrik, saya membuat otaknya,” tegasnya.(dahlan iskan)






