Lahir di Desa Cik Mas, Sukabumi selatan, Kang Dasep tumbuh dari keluarga pendidik. Ibunya guru madrasah, ayahnya kepala sekolah sekaligus pedagang. Desa itu dinamai Cik Mas karena sungainya mengandung pasir emas, bagian dari aliran menuju tambang emas Cikotok.
Di balik cobaan hidupnya, Kang Dasep tetap dihormati. Di “dalam”, ia dipanggil ustaz, sering menjadi imam salat, dan mengajar tafsir. Kini, ia kembali menatap masa depan dengan semangat yang sama: berkarya untuk bangsa.(dahlan iskan)




