PTM Terbatas Kota Sukabumi Terus Diawasi, Awas Kerawanan di Luar Sekolah

  • Whatsapp
Komisi III DPRD Kota Sukabumi didampingi Plt Kadisdikbud Kota Sukabumi, Cecep Mansur beserta Sekretaris Disdikbud, Yemmy Yohanni melakukan monitoring pelaksanaan PTM terbatas di beberapa sekolah SD dan SMP

SUKABUMI – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Sukabumi terus diawasi. Baik itu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, maupun oleh Anggota DPRD Kota Sukabumi.

Kemarin (5/10), jajaran Disdikbud dan Komisi III DPRD melakukan monitoring ke beberapa sekolah SD dan SMP. Diantaranya mengunjungi SD CBM Dewi Sartika dan SD serta SMP Yuwati Bhakti.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto mengingatkan, keberhasilan PTMT bukan hanya tanggungjawab sekolah saja. Melainkan, peran orang tua dan masyarakat juga sangat diperlukan.

“Ketika sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tapi justru tingkat kerawanan akan terjadi diluar lingkungan sekolah.

Makanya, orang tua dan masyarakat harus ikut aktif mengawasi agar PTMT ini tidak menjadi klaster baru di lingkungan pendidikan,” pintanya saat melakukan monitoring.

Politisi Partai Nasdem ini mengakui, para peserta didik sangat senang dengan dimulainya kembali sekokah secara tatap muka. Hal itu menjadi pilihan para peserta didik yang memang ingin berkegiatan belajar di sekolah seperti biasanya.

“Kita dapat memaklumi karena memang sudah hampir dua tahun anak didik terpaksa harus belajar jarak jauh di rumah masing masing,” bebernya.

Dirinya berharap, guru bisa berinovasi dalam memberikan pelajaran kepada siswa meskipun dimasa pandemi Covid-19. Termasuk, ketika dalam model pembelajaran 50% tatap muka dan 50% belajar dirumah. Atau dengan metoda pembagian yang beragam dalam upaya pembatasan jarak duduk pada pembatasan siswa di kelas.

“Saya berharap guru saat mengajar dikelas sekaligus dapat secara online mengajarkan siswa yang di rumah. Sehingga yang dirumah juga dapat menerima pelajaran sama dalam waktu bersamaan. Namun memang perlu kreatifitas sekolah dalam pelaksanaannya,” harap Baher sapaan karib Bambang Herawanto.

Ia mengakui, saat monitoring di SMP bahkan SD Yuwati Bhakti terlihat sangat siap untuk PTMT. Karena selain fasilitasnya menunjang, ditambah kemampuan dan komitmen guru dalam menerapkan prokes sangat kuat bahkan anak didik setingkat SD juga sudah memahami betul bagaimana bersikap perilaku dalam pelaksanaan PTMT ini

“Ini yang harus dicontoh buat sekolah lainnya. Kalaupun secara fasilitas kurang menunjang, maka kuatkan saja faktor komitmen guru dalam menerapkan prokes pada anak didik.

Saya lihat dan yakin anak-anak akan bisa menerapkan PTMT sesuai harapan bila guru dan orang tua berkomitmen kuat dalam mengingatkan tanpa lelah pada anak didik untuk belajar seoptimal mungkin dengan prokes yang baik.

Sehingga, terbiasa mengikuti adab kehidupan baru ini. Insyaa Allah ke depan, akan ditemukan pola yang pas di setiap sekolah untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara normal dalam situasi pandemi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Gagan Rachman Suparman mengatakan monitoring ke sekolah-sekolah tersebut untuk melihat kelengkapan sarana dan prasarana sebagai penunjang pembelajaran tatap muka di masa pandemi dilingkungan sekolah. Lantaran, pihaknya tidak ingin momentum PTM menjadi klaster baru Covid-19.

“Alhamdulilah hari ini kita sudah melaksanakan evaluasi atau monitoring ke tingkat SD. Untuk sample hari ini, kita ambil SDN SBM Dewi Sartika dan SD Yuwati Bhakti dan hasilnya untuk kedua sample ini mereka sudah memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh Satgas Covid-19 Kota Sukabumi tentunya,” ucap pria yang akrab disapa Bah Gagan tersebut

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *