Program PTSL Tidak Jelas, Warga Kota Sukabumi Pertanyakan Kinerja BPN Kota Sukabumi

Asep Sudirman (61) warga di Kelurahan Sriwidari menunjukan berkas untuk persyaratan pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL
GAGAL TERIMA SERTIFIKAT: Asep Sudirman (61) warga di Kelurahan Sriwidari menunjukan berkas untuk persyaratan pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL, belum lama ini.(Foto : bambang)

SUKABUMI – Sejumlah warga Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, mempertanyakan kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi. Pasalnya, puluhan berkas pembuatan sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada kejelasan. Bahkan, sebagian berkas sudah ada yang dikembalikan kepada warga.

Salah seorang warga Kelurahan Sriwidari, Asep Sudirman (61) menjelaskan, pada 2018 silam berupaya mengajukan pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL. Namun, hingga saat ini sertifikat tersebut tidak kunjung selesai.

Bacaan Lainnya

“Saat itu, saya bersama dua orang keluarga lainnya, mengurus PTSL. Hasilnya, saya smapai saat ini belum menerima sertifikat tersebut. Padahal, semua persaratan sudah kami serahkan,” jelas Asep kepada wartawan, Selasa (27/9).

Lanjut Asep, sejauh ini warga sudah mempertanyakannya kepada pihak BPN Kota Sukabumi soal pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL tersebut. Tetapi, pihak BPN mengarahkan agar warga melanjutkan pemberkasan sertifikat melalui jalur rutin.

“Kami sangat menyayangkan adanya statemen tersebut. Percuma kami menunggu empat tahun, kalau memang ujungnya di tindak lanjutkan harus mendaftarkan jalur rutin. Pastinya, ada biaya dan berbagai kelengkapan persyaratan yang harus disiapkan,” keluhnya.

Warga berharap, BPN Kota Sukabumi agar dapat segera menuntaskan program PTSL secara merata. “Saya hanya berharap agar sertifikat ini bisa segera di keluarkan. Karena jika beralasan teknis pekerjaan lapangan yang dilakukan pihak ketiga, itu sangat tidak logis,” cetusnya.

Sementara itu, Lurah Sriwidari, Didin Rosidin mengatakan, hingga saat ini terdapat kurang lebih 38 berkas PTSL milik warga yang belum keluar sertifikat tanahnya bahkan ada yang sudah dikembalikan. “Sebagian memang ada yang sudah dikembalikan kepada warga, sebagian masih di kantor kelurahan,” keta Didin.

Didin menerangkan, sejak pertama kali warga menyerahkan berkas pembuatan sertifikat melalui program PTSL pada 2018 lalu, BPN Kota Sukabumi tidak ada komunikasi dengan pihak kelurahan terkait kekurangan berkas. “Jadi memang, kami baru ada komunikasi dari BPN Kota Sukabumi pada tahun ini. Sejak awal belum ada komunikasi, pada tahun ini langsung dikembalikan berkasnya,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, Sitti Hapsiah meminta maaf kepada warga yang hingga saat ini masih belum menerima sertifikat tanah melalui program PTSL. “Ya, kami memohon maaf kepada warga yang sertifikat PTSL nya sudah lama menunggu tapi terhambat karena terkendala beberapa teknis,” ucapnya.

Sitti membeberkan, kendala yang terjadi saat ini diakibatkan adanya kesalahan teknis yang dilakukan pihak ketiga sewaktu membantu BPN Kota Sukabumi dalam melakukan pengukuran tanah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *