Pj Wali Kota Sukabumi Jadi Bulan-Bulanan, Buntut Rotasi Jabatan Eselon III hingga IV

Laskar Fiisabiilillah Sukabumi
Sejumlah massa saat melakukan aksi demo di Halaman Balai Kota Sukabumi Jalan R Syamsudin SH, Kecamatan Cikole, Selasa (9/7).

SUKABUMI – Sejumlah massa mengatasnamakan Laskar Fiisabiilillah, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Sukabumi, Jalan R Syamsudin SH, Kecamatan Cikole, Selasa (9/7).

Dalam aksinya, mereka mempertanyakan kapasitas Penjabat (Pj) Wlaikota Sukabumi Kusmana Hartadji yang melakukan pergantian pejabat eselon III hingga eselon IV. Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut agar Pj Walikota mundur usai melakukan rotasi hingga mutasi penjabat jelang Pilkada 2024.

Bacaan Lainnya

“Aksi ini, bermula dari kami mendapatkan temuan terkait pelantikan eselon III yang mana itu dilarang oleh KPU maupun Bawaslu bahwa enam bulan sebelum penetapan calon wali kota atau gubernur, tidak boleh ada mutasi atau pelantikan pejabat. Jadi kami turun untuk menuntut Pj Walikota agar jangan sampai terjadi lagi (mutasi),” ungkap Koordinator Lapangan, Abi Kholil kepada wartwan, Rabu (9/7).

Pihaknya menilai, Pj Walkot Sukabumi telah melakukan pelanggaran terhadap batasa wewenang dalam melaksanakan tugasnya. Pelaksanaan rotasi, mutasi dan pengangkatan jabatan itu dilakukan pada 6 Mei 2024 lalu.

“Pada 7 Mei kemarin itu kan sudah ada lima bulan sebelum penetapan (calon Walkot atau Wawalkot) jadi itu melanggar lah. Kalau sampai Pj melakukan lagi kita akan turun lebih besar lagi,” tegasnya.

Menurutnya, satu atau dua minggu ke depan berencana akan ada aksi lebih besar lagi untuk menuntut turunkan Pj Walkot. “Karena dia bukan milik masyarakat, buktinya dia hari ini tidak hadir, artinya dia tidak peduli. Kalau dia tidak reaksi atau respons kita akan turun aksi lagi agar turunkan Pj Walkot,” cetusnya.

Laskar Fiisabiilillah Sukabumi
Sejumlah massa saat melakukan aksi demo di Halaman Balai Kota Sukabumi Jalan R Syamsudin SH, Kecamatan Cikole, Selasa (9/7).

Sementara itu, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada menerangkan, secara umum jika pengangkatan jabatan pada 7 Mei 2024 lalu sudah sesuai dengan aturan. Bahkan, sudah mengantongi izin dari BKN maupun Kemendagri.

“Memang disampaikan dalam beberapa ketentuan terkait dengan keberadaan Pj di Indonesia terkait pelantikan disampaikan 6 bulan sebelum pelaksanaan Pilkada, Pj Walkot dilarang melakukan mutasi, rotasi atau pelantikan kecuali dapat izin dari Kemendagri. Dan kami untuk melakukan pelantikan, prosedur sudah kita lakukan,” terangnya.

Ia menambahkan, rotasi dan mutasi yang dilakukan tidak secara besar-besaran. Tetapi, hanya mengisi kekosongan jabatan beberapa diantaranya, Lurah, Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Kepala Bidang di Dinas Satpol PP dan lain-lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *