Petaka di Sungai Cipelang Sukabumi, BPBD Minta Jauhi Sungai

Petaka-Sungai-Cipelang-Sukabumi

Tiga Anak Tenggelam, Satu Meninggal

SUKABUMI – Saat ini, publik masih dibuat kaget dengan kabar hilangnya anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss. Terbaru, kasus serupa terjadi di Kota Sukabumi.

Petaka itu bermula ketika 11 anak tengah mandi di Sungai Cipelang, Kampung Warungkalapa, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Minggu (29/5) sekitar Pukul 12.11 WIB.

Bacaan Lainnya

Namun tiba-tiba, tiga diantaranya tenggelam dimana dua diantaranya berhasil diselamatkan sedangkan satu orang lagi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi meminta agar kasus tersebut menjadi perhatian banyak pihak.

Ia pun meminta warga khususnya anak-anak tidak berenang di suangai untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. “

Kami himbau agar warga tidak berenang atau mandi di sungai. Terlibih. saat musim hujan. Ini untuk menghindari terjadinya kasus serupa terulang lagi,” pinta Kepala BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani kepada Radar Sukabumi, Minggu (29/5).

Menurut Imran, arus sungai sangat berbahaya apabila digunakan untuk berenang. Apalagi, jika turun hujan arus bisa seketika menjadi deras.

“Kalaupun mau mandi di sungai, warga harus lebih waspada dan melihat situasi dan kondisi. Tetapi kalau bisa, lebih baik jangan mandi atau berenang di sungai karena berbahaya,” ucapnya.

Menurut Imran, sejauh ini kecelakaan yang terjadi di sungai cukup banyak. Bahkan, pada Minggu (29/5) ini, tiga warga tenggelam dan satu diantaranya meninggal dunia di Sungai Cipelang.

“Kalau pun ada komunitas yang mengadakan kegiatan di sungai, agar dapat mengutamakan keselamatan. Seperti dilengkapi dengan peralatan pelampung dan lainnya,” imbuhnya.

Imran berharap, dengan adanya insiden warga tenggelam tersebut dapat menjadi perhatian bagi warga untuk tidak berenang di sungai. “Mudah-mudahan kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” harap Imran.

Sebelumnya, nasib naas ini menimpa tiga orang yang tergabung dalam Perguruan Pancak Silat Cadas Raga.

Ketiganya dikabarkan tenggelam di Sungai Cipelang, Kampung Warungkalapa, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Minggu (29/5).

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, insiden terjadi sekira pukul 12.11 WIB bermula saat 11 orang tengah mandi di Sungai Cipelang.

Namun, tiga orang diantaranya yakni, Elsa (13), Parli (14) warga Babakan Cimenteng RT 33/7 Desa Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi dan Raitan (14) warga Joglo, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi tiba-tiba tenggelam. Elsa dan Parli berhasil diselamatkan. Sementara Raitan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Lembursitu, AKP Dedi Suryadi mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi adanya kejadian tersebut, petugas langsung terjun ke lokasi kejadian.

“Proses pencarian dilakukan sejak pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Alhamdulillah dua orang bisa terselamatkan. Namun, satu orang lagi ditemukan sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Elsa dan Parli lanjut Dedi, sempat dibawa ke RSUD Al-Mulk untuk mendapatkan perawatan medis. Namun karena kondisi Parli sudah membaik, sehingga diperbolehkan langsung dibawa pulang.

Sedangkan Elsa, masih dalam dalam perawatan medis. “Adapun korban yang meninggal, langsung dibawa ke rumah duka oleh keluarganya karena menolak dilakukan otopsi,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Gunungguruh, IPTU Didin Waslidin mengatakan, dalam peristiwa ini polisi mengamankan saksi berinisial DA (30) untuk dimintai keterangan soal anak didiknya yang hanyut. “Hasil pemeriksaan masih dalam proses. Guru dan pembimbingnya ikut diperiksa di kantor,” ucapnya.

Menurut Didin, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. “Barusan kami langsung antarkan ke rumah duka,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Kusnawan menjelaskan, korban yang meninggal ditemukan sekitar 20 meter dari tempat kejadian.

“Alhamdulillah sekitar pukul 15.00 WIB proses pencarian selesai dan dari tiga orang korban, satu diantaranya ditemukan salam kondisi meninggal dunia. Korban terakhir, ditemukan dikedalaman air sekitar enam meter,” jelasnya.

Kusnawan menambahkan, dalam proses pencarian sekitar 15 personel gabungan TNI, Polri, BPBD dan relawan diterjunkan. “Dalam pencarian sedikit kesulitan karena kondisi sungai yang dalam dan arusnya pun cukup deras. Meski demikian, petugas berupaya sehingga sekitar dua jam proses pencarian bisa selesai,” pungkasnya. (bam/e)

Petugas gabungan saat melakukan proses pencarian korban tenggelam
EVAKUASI : Petugas gabungan saat melakukan proses pencarian korban tenggelam di Sungai Cipelang, Kampung Warungkalapa, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Minggu (29/5).(Foto: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar