Persija Jakarta vs Persib Bandung, Ajang Pertaruhan

Persija Jakarta vs Persib Bandung

GIANYAR – Robert Rene Alberts melatih Persib Bandung sejak Liga 1 musim 2019. Selama menakhodai raksasa Jawa Barat itu, Robert sudah lima kali merasakan derbi Indonesia melawan Persija Jakarta.

Dalam lima pertemuan tersebut, Robert baru sekali membawa timnya menang atas Persija. Empat pertandingan lain berakhir dengan sekali imbang dan tiga kali kalah.

Bacaan Lainnya

Namun, dari tiga kekalahan itu, yang paling menyakitkan bagi pelatih asal Belanda tersebut adalah saat timnya kalah 0-1 pada leg pertama Liga 1 musim ini. Saat itu, kedua tim bertanding di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada 20 November tahun lalu.

Meski pertandingan itu sudah terlewat lama, Robert masih tidak percaya timnya kalah. Padahal, saat itu Maung Bandung mendominasi permainan. Bayangkan saja, Persib menguasai ball possession 67 persen berbanding 37 persen. Persib juga mampu melepaskan 15 tembakan dengan 7 shot on target.

Sementara itu, Persija hanya melepaskan 9 tembakan dengan 3 shot on target. Namun, lewat satu sundulan Marko Simic pada menit ke-45, Persija mampu memenangi pertandingan itu. ”Saya masih ingat hasil itu. Meski Persija menang, saya merasa itu bukan kekalahan yang pantas bagi Persib,” tutur Robert kemarin.

Rasa penasaran itu akan menjadi motivasi bagi Robert untuk mengalahkan Macan Kemayoran –julukan Persija. Malam ini, kedua tim akan kembali bertemu dalam pertandingan lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Namun, bagi Persib, pertandingan malam ini bukan saja ajang menjaga gengsi. Lebih jauh, pertandingan ini adalah momentum untuk menjaga asa menjuarai Liga 1. Karena itu, Robert tidak mau timnya kalah. Terlebih, saat ini persaingan menuju tangga juara sangat ketat.

”Kami sudah melewati banyak big match. Memang hasilnya tidak sebagus pada putaran pertama. Bisa jadi ini akan menjadi tekanan buat kami. Tapi, demi target meraih gelar juara, kami harus berusaha memenangkan setiap pertandingan. Termasuk saat melawan Persija,” tegas mantan pelatih PSM Makassar itu.

Sayang, Macan Kemayoran bukan tim yang mudah dikalahkan. Performa Persija musim ini boleh angin-anginan. Tapi, setiap bertemu Persib, semangat juang Macan Kemayoran tidak perlu diragukan lagi.

Lihat saja rekam jejak Persija sebelum bertemu Persib pada leg pertama musim ini. Tim ibu kota tiga kali tidak meraih kemenangan. Yaitu, kalah 0-1 oleh Persebaya Surabaya serta ditahan imbang Persik Kediri (2-2) dan Barito Putera (1-1). Tapi, begitu bertemu Persib, Macan Kemayoran bermain kesetanan dan berhasil memenangi pertandingan.

Kembalinya pelatih Sudirman ke tim setelah absen dalam empat pertandingan karena terpapar Covid-19 juga meningkatkan motivasi Macan Kemayoran. Kehadiran Sudirman akan membuat para pemain menjadi lebih nyaman dan termotivasi dalam bertanding.

”Mental adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam sebuah pertandingan. Saya selalu tekankan ke pemain bahwa siapa pun lawannya, kami harus percaya diri dan bekerja dari awal sampai akhir,” tegas Sudirman.

Mantan kapten tim nasional Indonesia itu sudah menyiapkan cara untuk memperpanjang tren kemenangan atas Persib. Dia berharap strategi yang disiapkan didukung oleh hasil tes PCR yang negatif Covid-19.

Dengan begitu, Sudirman dapat leluasa meracik kekuatan terbaik. ”Kondisi kami baik-baik saja. Tidak ada yang cedera. Mudah-mudahan hasil PCR negatif semua sehingga kami bisa menurunkan tim terbaik,” pungkas Sudirman. (fiq/c17/ali)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.