Penurunan Kemampuan Ekonomi, Korbankan Kebutuhan Gizi Pelajar

  • Whatsapp
Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri (Dok/JawaPos.com)

JAKARTA, RADARSUKABUMI.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paud Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri mengatakan, pandemi Covid-19 berpengaruh pada pemenuhan gizi pelajar. Faktornya adalah ekonomi.

’’Kalau sebuah keluarga mengalami penurunan tingkat penghasilan, maka dapat dipastikan bahwa yang akan dikorbankan adalah kualitas gizinya,’’ jelas dia dalam Diskusi Publik Optimalkan Gizi Anak SD Menuju Remaja Sehat Bebas Anemia, Senin (25/1).

Menurunnya kemampuan ekonomi akibat pandemi, kata dia sangat disayangkan. Pasalnya, kebutuhan gizi ini apabila tidak terpenuhi, berpengaruh pada konsentrasi pelajar. ’’Ini yang harus jadi ikhtiar kita untuk meningkatkan status gizi anak-anak kita agar terhindar dari anemia yang pada gilirannya akan punya kemampuan meningkatkan hasil belajar yang baik,’’ tuturnya.

Untuk meminimalisir penurunan kemampuan anak, keluarga setidaknya memberikan gizi, meskipun minimum. Dengan begitu, kasus anemia tidak semakin bertambah di Indonesia.

Jumeri pun berharap agar seluruh pihak terkait dapat mengontrol kebutuhan gizi pelajar di masa pandemi. Mulai dari pemerintah hingga sekolah, khususnya keluarga sebagai orang terdekat. ’’Harus ada kontrol untuk peningkatan pencegahan orang tua dan sekolah dalam mencegah anemia sejak anak SD. Pemahaman harus dijalankan seluruh pihak,’’ tegasnya. (sai)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *