Setiap hari, setiap ponsel, selalu ada SMS broadcast masuk yang isinya “Selamat, nomor handphone Anda mendapatkan hadiah Gebyar Bank Bangkrut. Anda berhak mendapatkan hadiah Rp 100 Triliun dengan kode 1234TIPU”. Banyak yang tidak terjebak oleh tipu muslihat sindikat ‘Mamah Papah Minta Pulsa’ ini, tapi ada juga yang jadi korban. Anda bisa lihat channel YouTube Sabda Dz. Dia banyak mengunduh video tentang aksinya melawan aksi penipuan. Bagaimana ceritanya, silakan tonton sendiri dan jangan lupa subscribe. Karena subscribe adalah ekonomi.
Pembunuhan. Orang membunuh, bervariasi modus operandinya. Salah satunya, membunuh demi ekonomi. Lagi-lagi saya akan bilang, silakan akses google dengan kata kunci yang ada ‘pembunuhan’ dan ‘ekonomi’. Maka Anda akan ditawarkan seabrek link berita yang berkaitan dengan kata kunci itu. Saya kasih contoh satu, “Pembunuhan Susan Diduga Bermotif Ekonomi” berita dari Kompas.com tanggal 2 Juni 2008.
Ekonomi jahat membuat orang mendadak melacurkan diri. Hal ini tak perlu dibantah, tak pelu didebat. Sebab sudah jadi rahasia publik. Bahwa wanita pekerja seks komersial (PSK) menjadi pelacur karena butuh uang, butuh ekonomi untuk menghidupkan diri. Mirisnya, ada yang harus melacur demi susu formula anaknya. Melacur demi biaya kesehatan orangtua. Yang gila, melaur karena disuruh suami yang pengangguran.
Ekonomi jahat juga membuat pria tulen menjadi waria alias bencong. Maaf, mereka harus menjual mulut dan duburnya demi menjadi uang, demi ekonomi. Ini adalah kenyataan fakta yang tak mungkin Anda bisa bantah dengan data-data. Semua akan dilakukan, akan dihalalkan, demi mendapat uang. Demi ekonomi, ya ekonomi yang jahat.
Baru-baru saja, di Bali dihelat pertemuan bertaraf internasional, pertemuan IMF – Bank Dunia. Entah data mana yang valid, ada yang sebut angka ratusan miliar, ratusan juta, bahkan gratis. Tapi yang pasti, Indonesia sebagai panitia dan tuan rumah sejatinya berkewajiban menggelontorkan dana untuk menghelat acara yang diyakini mendatangkan keuntungan bagi tanah air. Entahlah, entah. Tidak ada yang tahu apa yang orang-orang berjas itu obrolkan. Obrolan dengan bahasa Inggris. Rakyatpun tak tahu, dan tak mau tahu. Yang rakyat tahu, ada uang di dompet mereka. Ada ekonomi di tas belanja mereka.
Dan satu lagi, ekonomi itu jahat, karena kebanyakan masyarakat Indonesia bermental karyawan. Padahal, ada banyak hadis sahih Nabi Muhammad SAW yang menyuruh, mengimbau dan mengajak kita untuk menjadi pengusaha atau usahawan. Bahwa Allah SWT telah menentukan garis dan porsi rezeki kita sesuai amal ibadah. Maka, solusi agar ekonomi yang jahat menjadi ekonomi baik, adalah berwirausaha.
Pemerintah Indonesia dengan beberapa program strategisnya, banyak yang mendorong masyarakat untuk menjadi pengusaha. Baik itu berupa pinjaman modal maupun bantuan usaha. Perusahaan swasta, lembaga atau yayasan, hingga partai politik pun melakukan hal yang sama. Ada yang sukses, ada juga yang gagal. Tolok ukurnya adalah niat. Di Sukabumi, Alhamdulillah, kita hadapkan dengan program yang bernama Sukabumi KeCe (Kelurahan Center Entrepreneurship) yang digagas oleh Walikota dan Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan H. Andri Hamami.





