Pemuda Jampangkulon Sukabumi Tewas Usai Terjun ke Laut, Ini Penyebabnya

Ciracap
EVAKUASI : Petugas gabungan saat proses evakuasi jasad Irfan Maulana (35) warga Kampung Cinagen 2, RT 01/01, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon yang ditemukan tewas di Dusun Warungwaru, Desa Purwasedar, Kecamtan Ciracap, tepatnya di pantai Batulayam atau pantai Batu Panganten dekat Villa Assabaland Ujunggenteng pada Rabu (26/01).

SUKABUMI — Jenazah Irfan Maulana (35) asal warga Kampung Cinagen 2, RT 01/01, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon ditemukan mengambang di pantai Batulayam atau pantai Batu Panganten dekat Villa Assabaland Ujunggenteng pada Rabu (26/01).

Kuat Dugaan, Irfan nekad mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke laut, setelah kalah bermain judi online. Hal tersebut diperkuat dengan adanya pesan WhatsApp  kepada salah seorang keluarganya. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Ciracap, Dadang menjelaskan Kuat dugaan korban tenggelam hingga tewas ini, karena bunuh diri. Lantaran, sebelum ditemukan tewas, berdasarkan pengakuan dari pihak keluarganya, korban ini sempat mengirimkan pesan melalu chatingan Aplikasi WhastApp.

Bacaan Lainnya

“Jadi korban itu sempat yang menyampaikan agar motor korban diambil dan korban menyampaikan bahwa dirinya akan pergi jauh dan tidak akan kembali lagi kerumah,” jelasnya.

Saat petugas hendak melakukan proses evakuasi pada jasad korban, ujar Dadang, di daratan atau di bibir pantai terdapat sebuah motor Honda Beat, tas jaket dan helm.

“Semua barang-barang dan motor itu, merupakan milik korban. Iya, di dalam tas itu pun juga ditemukan handphone yang digunakan korban untuk menghungi pihak keluarganya, sebelum korban meninggal. Jadi, dugaan sementara korban ini telah mengakhiri hidupnya atau bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya ke pantai tersebut,”tandasnya.

Sementara itu, Humas SARDA Pos Ciracap, Noyief Naretsya kepada Radar Sukabumi mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang diketahui bernama Suhud asal warga Kampung Warung Jati, RT 59/13, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, saat melaksanakan kegiatan usaha menangkap ikan dilaut atau memancing sekira pukul 12.00 WIB.

“Saat itu, Pak Suhud melihat korban tanpa identitas mengambang dalam posisi telungkup di perairan Batu Panganten. Setelah itu, saksi pertama ini langsung berlari dan melaporkan penemuan korban tersebut kepada warga dan berkoordinasi dengan Muspika serta tim evakuasi,” kata Noyief kepada Radar Sukabumi pada Rabu (26/01).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.