Menurut Ayep, kualitas tenaga pengajar menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Sukabumi. Karena itu, seleksi akan difokuskan pada kompetensi dan kesesuaian kualifikasi pelamar. Di sisi lain, Pemkot Sukabumi juga terus melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menekan belanja pegawai agar sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.
Sejumlah pos anggaran mulai dipangkas, seperti perjalanan dinas serta pengeluaran untuk jasa hotel, transportasi, dan tiket pesawat.
“Kita juga akan konsultasi dengan BPK terkait langkah efisiensi yang bisa dilakukan. Kalau bisa ditekan 10 sampai 15 persen, tentu akan sangat baik,” pungkasnya. (bam/d)






