Pemkab Sukabumi Tak Berdaya, Warga Sukalarang Desak Perusahaan Tambang Ditutup

“Lokasi tambang pasir ini sangat dekat dengan pemukiman penduduk, hanya sekitar 10 meter. Kami minta galian ini ditutup karena sudah melebihi batas. Apalagi izinnya sudah habis,” jelas Nur kepada Radar Sukabumi, Rabu (10/1).

Jika semakin lama dibiarkan, warga khawatir akitivitas tambang pasir yang sudah puluhan tahun itu dapat menimbulkan bencana alam. “Bisa dibayangkan, perusahaan tambang ini tiap harinya menggali pasir dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Sementara, lokasinya dekat dengan rumah penduduk,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Camat Sukalarang, Amir Hamzah mengaku tidak bisa berbuat banyak atas tuntutan warganya itu. Meskipun ia juga menyatakan, kegiatan penambangan tidak pernah berhenti hingga tengah malam dan menggangu masyarakat sekitar perusahaan. Hanya saja, pihak kecamatan dalam persoalan ini tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan.

“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah provinsi persoalan ini. Informasinya, perusahaan akan segera ditertibkan bila masih nekad melakukan aktivitas. Pihak perusahaan harus minta izin kepada warga bila akan memperpanjang lagi izinnya yang sudah habis,” timpalnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo. Menurut Adi, semua pihak harus taat pada aturan mulai dari para pengusaha, masyarakat termasuk juga pemerintah. “Sehingga ketika izin tambangnya sudah habis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.