Sementara itu, tahlil dan doa tujuh hari kematian Dufi dilangsungkan di rumah duka, Sabtu malam (24/11).
Tahlilan dihadiri tak kurang dari 200 tetangga, kerabat dan sahabat almarhum. Sejak pukul 19.30 WIB satu persatu tamu mendatangi kediaman Dufi di Perumahan Catalina, Serpong Gading, Tangerang.
Selain tenda di depan kediaman Dufi, taman perumahan di seberang kediaman juga dijadikan tempat untuk menampung warga yang ikut memanjatkan doa.
Terkuak Penyebab Kematian Dufi, ‘Mayat di Dalam Drum Biru’
Dufi adalah korban pembunuhan sadis yang dilakukan pasangan suami istri M Nurhadi dan Sari akhir pekan lalu. Tubuh Dufi ditemukan tak bernyawa lagi dengan sejumlah luka tusukan di kawasan industri Klapanunggal, Bogor, Minggu pagi (18/11).
Jenazah Dufi dimakamkan di TPU Budhi Darma, Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11). Sehari kemudian (Selasa, 20/11) polisi menangkap pelaku pembunuhan Nurhadi dan Sari di Bantar Gebang, Bekasi.
Usai tahlilan dan doa, kepada redaksi, adik Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, mengatakan pihak keluarga berterima kasih atas perhatian warga dan sahabat almarhum. Doni juga mengucapkan terima kasih pada pihak kepolisian yang bekerja cepat mengungkap kasus ini.
Semasa hidupnya Dufi pernah bekerja sebagai wartawan di harian Rakyat Merdeka, pimpinan marketing di Indo Pos, dan sejumlah media lain. Terakhir, Dufi bekerja untuk TV Muhammadiyah.(Rol/jpnn/pjkst)



