Pandemi Baru di Sukabumi Bernama Pengangguran, 21 Ribu Karyawan di-PHK, 86 Ribu Warga Tak Bekerja

  • Whatsapp
Ilustrasi Pengangguran

Namun, sekarang sudah kita terapkan pembatasan, yakni tidak lebih dari 150 warga yang membuat kartu kuning. Ini sengaja kami terapkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai upaya pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dalam meminimalisir terjadinya pemutusan hubungan kerja maupun jumlah pada angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi, dirinya menjawab.

Bacaan Lainnya

Bahwa, dalam upaya di masa pandemi ini, memang banyak para pengusaha yang terkena dampak. Tetapi pihaknya sudah bisa melakukan antisipasi melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

“Jadi output pada proggram TKM ini, menjadi seorang wirausaha. Kami melakukan pelatihan TKM ini ada output nya. Yakni menjadi seorang pekerja di dunia industri dan menjadi seorang pengusaha di dunia wirausaha.

Kita pada masa pendemi ini diarahkan menjadi seorang wirausaha, makanya melalui pelatihan TKM ini khsusnya pada masyaratakat dan pada umumnya bagi pekerja yang di PHK.

Intinya untuk mengolah sumber daya alam yang ada untuk menjadi nilai ekonomis dan bermanfaat. Sehingga bisa menambah penghasilan bagi dirinya sendiri dan keluarganya,” tandasnya.

Pihaknya menambahkan, upaya pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar perusahaan di Kabupaten Sukabumi tidak hengkang atau gulung tikar pada masa pandemi Covid 19.

Maka, dirinya menghimbau kepada seluruh buruh dan serikat pekerja agar senantiasa menjaga kondusifitas di lingkugnan perusahaan.

“Saya imbau kepada buruh dan serikat agar selalu bekerja bersama-sama dan menjaga kondusifi tas untuk keberlangsungan perusahaan.

Karena kalau memang perusahan itu bisa berkembang lagi, tentunya ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan hal ini jelas sekali dapat mengurangi angka penangguran di Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri menjelaskan, untuk mengikis angka penangguran di Kabupaten Sukabumi, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sudah berupaya maksimal.

Diantaranya dengan cara meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Jadi, dampak dari pandemi ini ada tiga hal. Diantaranya mitigasi sosial dan mitigasi ekonomi. Nah, untuk jumlah pengangguran dan PHK karyawan di pabrik-pabrik, itu masuk dalam mitigasi ekonomi,” jelasnya.

Sebab itu, pada migitasi ekonomi di Kabupaten Sukabumi dalam masa pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan kreatifi as UMKM yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Karena itu dirinya menilai dengan adanya pandemi ini banyak yang tergerus atau terkena dampaknya. “Sehingga banyak warga yang dilakukan PHK,” pungkasnya. (Den/t)

loading...

Pos terkait