“Jadi, jalur yang dibuka sementara adalah Jalur B. Tapi, itu hanya arah dari Jakarta. Nah, sebelah sana yang difungsikan. Nanti kalau arus balik kita pakai satu arah, tapi hanya sebelah sana,” imbuhnya.
“Tadi ada dua opsi, kita tangani ini atau kita teruskan. Nah itu kan ada jembatan tuh, kita teruskan ke sini, cuman waktu safety kita masih berani tanpa jembatan, supaya lebih cepat kalau pembangunan jembatan dilakukan disini bisa lebih 5 bulan waktunya,” timpalnya.
Menurutnya, ini bukan gerakan tanah, tapi longsoran tanah timbunan saat pembangunan dulu. Karena curah hujan yang tinggi, kita lihat vegetasi di sekitarnya pohon-pohon pisang dan sebagainya masih tegak, berarti memang bukan gerakan tanah, tapi material longsoran saja.
Untuk itu, ia menilai peristiwa tersebut terjadi bukan karena konstruksi bangunan yang buruk. Tetapi, karena faktor cuaca atau curah hujan yang tinggi. Terlebih lagi, dititik lokasi kejadian terdapat timbunan tanah. “Nanti kita cek lagi, seperti di Purbaleunyi longsor,” imbuhnya.
Sementara itu, Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan,ia mengucapkan terimakasih terhadap Menteri PUPR atas respon cepat pada arus mudik lebaran, dimana akan banyak terjadi kepadatan arus lalu-lintas. “Iya, seperti yang Pak Menteri sampaikan l, bahwa hari Senin atau Selasa akan diupayakan di buka kembali, jadi itu kabar baik untuk kami,” jelasnya.
Untuk itu, ia berharap dengan penanganan temporer ini, jalur Tol Bocimi arah Sukabumi dapat digunakan untuk arus mudik. “Ini kan jalur akan one way, untuk antasipasi kemacetan sendiri dari kesiapan pemerintah, kami akan berkoordinasi. Memang sudah akan dibuka satu jalur,” bebernya.
“Jadi, yang pasti arus mudik akan lebih banyak dari arah Jakarta menuju Sukabumi dan itu sudah mengurai, dan dilapangan tentu akan kami akan kooridnasi lagi. Jadi hanya kendaraan kecil saja, truk tidak boleh lewat,” pungkasnya. (den/d)






