Tandim RW
Kalau untuk tahun 2024 agak mengurang, 2023 sampai 12 itu ada lisong harganya ikannya banyak harganya minim murah.
Waktu tahun 2015 2019 tidak ada sama sekali waktu covid
Ikannya tidak ada juga.
2000 kesana itu bagus, masa kejaaan 1993 sampai 2000
Perbedaan dengan sekarang karena kondisi lingkungan banyak kotoran yang ada
Dipingir sudah menjauh
Dua mil sampai tiga mil sudah ada tahun 1993 sampai 1999
Bisa dua mil sampai 3 mil
Satu mengenai nelayan Udang PLTU udang rebung,
Harus jauh sudah tidak asa limbah selain limbah apa aja lain solar segala macam gede gede tongkang lagi kotoran oli
Udang rebung sering kena.
Sekarang sekitar 15 mil dapat ikan, banyak ikan lisong 2023 kesini
BBM tidak ketutup kalau harga mahal murah*
Harha ikan kurang stabil susah buang, buah ke pengepul yang ada akhirnya murah dadi pada busuk lebih baik dijual.
Tempat perlindungan kedepan punya Storiag
Ingin punya Cold Storage sendiir
Yang ada CV dan PT tidak bisa dipakai nelayan
Nelayan juga Cold Storage sendiri mau dinas kelautan ke yang penting buat nelayan bukan agar bisa meyimpan uang perbaikan
Kalau harha mahal jadi simpanan juga.
Dijual pada saat bagus.
Nelayan yang sakit tidak sakit tidak bisa berobat
Hasilnya bisa keitung ruginya banyak yang jelas sirkulasi ekonomia sepwrti itu nelayan mau beruntung dari mana karena keterbatasn pisik penjualan mau mejual kemanapun tidak bisa
Penampung terbatas
Tidak dapat hasil sekali sering.
Mau Engak mau hutang pinjam dulu ke warung atau mau berangkat hutang dulu kalau ke bayar Alhamdulillah kalau tidak jadi hutang
Ekonomi jadi merosot.
Menurutnya saya mah penghasilan ada penampung ada cold storage dari pada jual murah bebruat simpanan situasi ada ikan banyak kita tidak akan perubahan.
Bantuan dari pemerintah pake alat hilang sobek dan perbaikan penjualan pun berkurangnya punya pisert satu ton dua ton bisa intinya menabung dalam bentuk ikan yang nantinya betuk uang.
25 ribu 30 ribh.
Dari pada ikan 30 ribu lebih baik ikan lainaja
Perbedaan jaya
Contoh karena satu permaslaahn tidak rumpon dan Bolga nelayan tradisional tidak kesana juga
Ikannya lebih jauh merumpon disana itu yang jadi persoalaan
Nelayan sudah banyak limbah segala macam, batu bara dan PLTU perubahan juga.
Tidak bisa dikontrol setelah ada rumpon berasa
Ikannya kecegat ngumpul di rumpon.
Masalah BBM susah, sore saya lihat beli kosong tidak tau kosong tidak buka
Solar tidak kelaut tidak dapat uang.
Beli kesana harus ada barcode saya pernah beli ke saya repot kondisi sekarang benar benar terhimpit maslaah bbm saja
Rapat di dinas kecil diperhatikan tidak kebagian solar kalau ada disini sehari sudah kosong.
Solarnya
2000 nelayan
Ada yang pakai bensin dan solar.
Ke bakul langsung
Jual jam enam sudah masuk jam 2 dan
Dijual dulu.
Jual berapa dapat uang dengan harga 5 ribu ikan tongkol lisong
Dulu ikan apa aja aja sekaramg terbatas tidak banyak paling jago murah sama dengan lisong.
Harapan dari nalayan sendiri ikan banyak dijual mahal mau minta siapa sama orang pemerintahan kelautan minta perlindungan dijual murah capai capai dari laut karena murah sebab nelayan itu tidak daat perlindungan
Dibuang itu sayang,
Banyak nelayan terjerat hutang.
50 kapal sekaramg 4.
Nelayan tradisional batasan tangkapan lintang 8,9 7 sampai dari sini berapa mil rumpknsemua jangan ditanam di selat yang dekat.
Dari ujung genteng Seba
Orang orang China pasa Kaya semua.
Yang jadi persoalan satu hari ada mau beli lagi udah abis belum sampe sore sampai sore lima perahu perahus.
10 tradisional cukup tiga hari empat hari.
——————————-
Tarmidzi.. 58
Istri Alih (40) sudah meninggal
Sering ke dokter.
Penyakit syaraf
Sering kejang kejang. Tiga bulan sekali,
Sudah selesai melahirkan Wandi.
Sudah ada yang kesini.
Engak ada kelurahan sudah tau sampai dikasih roda.
Repot mah repot, makan seperti bayi, buang air besar disitu kencing disitu.
Engak bisa jalan Engak mau jalan..
Anak pertama dan kedua juga nelayan.
Anak ketiga
Suwandi (18)
Tiap hari kelaut.
Asal Indramayu
——
Sartimah
Pak Wargi (72)
Dulu nelayan biasa di laut.jaring kapal kecil, bapak kondisi begini sudah berapa lama.
Tadinya tuh membawa udang, dia mah Engak punya rematik Basah.
Sampai akhirnya lumpuh berdiri. Sudah dipisahkan ke Dokter.
11 tahun 12 tahun
Uang sedikit makan aja udah begini bapak, terkahir dibawa ke Dokter 11 tahun.
Sudah setahun ini jangan diperiksa lagi.
Selama 11 tahun dikasih obat, gitu aja Engak sembuh-sembuh
Sekali berobat cuma 100 ribu
Sebulan tuh sekali, uangnya dari anak.
Masih baru, setahun ini gatal gatal.
Gara garanya tidurnya di Plastik tadinya mah Engak.
Kasurnya dibuang kotor.
Disini sembari tidur.
Engak bisa ngesod borok.
Uangnya.
Mengandalkan anak 5 anak semua sudah berkeluarga
Di laut dua tiga didarat tiga, di PT Ikan
Sekarang mah jadi Ngojek
Dari anak.
Pasrah wae, pengen sembuh biar bisa nelayan lagi.
Kalau dibawa ke rumah sakit tidak mampu, jatuh di luar.
Selamat 12 tahun mengurusi bapak,
Pengennya sembuh harapannya.
Ada dua kelaut yang dua lagi ke laut sebulan sekali.
Mengikuti jejak menjadi nelayan.
Beli kursi roda 400 ribu
Dari pemerintah sering di foto diperiksa ngasih mah Engak.
Rematik Basah
Sakit 12 tahun
Berobat jalan.
Terkahir ke Dokter pas jalan 10 tahun
Sudah untuk makan saja, uang sedikit sedikit.
Uang dari anak, anak kerjanya di PT nelayan. Nelayan ada dua.
PT ikan
Yang satu di Cirebon.
Semua pada keluarga.
Usia (70)
Beda dua tahun
Sehari hari diam saja.
Bertiga sama cucu.
Asli dari Indramayu.
Yang lulus tiga yang dua tidak ada kelas 2 dan 3
Yang dua ini tidak lulus.
———————————
Kampung Rancakmurang
Kampung Cemara Baru Kelurahan Palabuhanratu Kec Palabuhanratu
RT (04/32)
Kelurahan 32 RW
65 tahun
40 tahun.
Asal Cirebon Indramayu
Dibawa ke Palabuhan pas pernah duduk.
Rita
15 tahun sepuh, sudah membantu orang tua
Ikhtiar.
Saudara mudik ke Cirebon.
Nelayannya kurang, yang ngambilnya banyak siang dan malam.
Ingin menang semuanya, pelak henteu,
Pagang tidak ada dulu Pagang tanceb.
Terpengaruh Kana limbahnya, pagangya mah menghacurkan Pagang kambang.
Ikan Pagang kambang.
Reborn, tembang gede nganakan Deui.
Lauk teh Pagang disikahkan terbatas.
Perahu sendiri,
Perahu kayu.
Belum pernah mendapatkan batuan Parahu pibernya.
Mesin. Mutlak sendiri..
IaPerahu payang sore, perahu Pagang dan congkreng Pagi.
Longland
Perahu Bolga
Berbulan bulan.
Masuk ke Pinggir susah karena ada perahu Bolga.
Ikan pada kekeruk semua.
Perahu kecil kalah dengan perahu besar,
Perahu payang, hasil tangkapan perhari itu. Berapa banyak pergi sore 3 kintal nyampe ke 5 kintal
3 kintal 4 sampai 5 juta ke bawah.
Belum dipotong BBM,
Ada sejuta ada yang 900 ratus
2,5 beum potong punyw perahu bagi rata.
Tiap hari kalau banyak ikan.
600 ribu perhari.
Tergantung sama orangnya, serba Engak cukup.
Sulit ikan sulit karena PLTU.
10 Mill,
Membutuhkan BBM dua Jutaan, ke Ujung genteng 1 juta lebih. BBM naik.
Pendapatan Engak tau dapat Engak tau Engk sulitnya nelayan.
Kelaut itu seperti judi.
Kadang kadang pinjam dari PT, dapat modal 3 juta BBM.
Beli umpan es, pancingan, satu ikan itu beda beda.
Ada yang pake jaring. Jaringnya aja 3 juta.
Tongkang berjejer
Masyarakat sebagian ada yang pro ke PLTU.
Musim ikannya aja,
Semua juga lagi susah, bagai perahu pada susah.
Ada itu juga sedikit sedikit buat makan doang.
Paling bagus 100 200 ribu paling jelek tidak apa apa.
Uang dari BBM, dari mana.
BBM Jonk dari pembeli dimodalin dari PT, lama lama kosong terus jadi menghutang.
Ngisi BBM tergangung lokasi terdekat paling 10 liter.
150 ribu.
Lari kesana ikannya selewat lewat ke Jawa Timur musim layur.
Lagi bagus ikannya bagus sampai 1 juta. Dibawa ke rumah.
Tidak tiap hari.
Sekarang tidak tentu kalau dulu bisa ditentukan lagi musim,
Karena PLTU sudah jelas, sudah jelas patal tidak bisa mencari teralu dwkat dengan laut.
Terlalu kuat lama ada sih ada enak kayak dulu. Kalau dulu mah sebekum ada PLTu Ika lama kalau sekarang mah susah semenjak limbahnya
Rumpon si Bolga yang merusak itu Bolga.
Paling dwkat pinggiran ke tengah sekarang 40 Mill yang nanam bukan satu
Itu dari Cilacap yang punya PT. Ditanam itu bukan dipancing dikeruk sekali ngambil juga puluha ton baru diambil.
Ditarik.
Sekarang 30 mil sudah ditanami rumpon, ikan Tuna ikan cakalang sudah tidak ada dipinggiran.
Memamg itu juga nelayan Pelabuhanratu juga,tambah lagi sekali nanam 40 rumpon.
Ada punya rumpon Palabuhanratu itu orang pada Bugis
Perahu Bolga sampai 40 Mill
Tiap hari melaut, setiap pulang kelaut tergangung penangkapan kadang Zoong pernah seminggu.
Punya hutang itu mah jarang dihitung, nelayan pada kabur.
Engak jadi hutang, kebanyakan.
Pembeli keuntungan ke PTnya.
Satu juta pergi paling bertahan satu bulan
Ikan layur, paling dari Lobster harganya Engak bagus,
Sudah menjadi kebiasaan, udah ada pekerjaan lebih baik, lebih baik nelayan karena di darat susah.
Lebih baik di darat ya didarat. Salah satunya mencari pekerjaan.
Terpecah, pindah kampung nelayan.
Nelayan yang susah menyekolahkan anaknya,
Hasil sebulan bisa kekosomgan di darat satu tahun.
Apalagi nyari sudah ada hasil, perhari 4 juta perhari.
Orang yang melaut jarang menyekolahkan di darat.
Lebih dari 10 tahun
Pernah merasakan mencari ikan di tepi pantai.
Pake Pancing.
Ada yang jaring ada ada pancing pancing.
Pelelangan sebelum magrib, payang pulang.
AA saepurohman
Berling Suryadi.
—–
RW Tandim
Banyak penyebabnya, mulai dari BBM. Nelayan kecil beli sedikit. Beda dengan nelayan besar.
Hasil tangkapan minim, bantuan tidak ada.
Pembagian Jaring dari PLTU. sejak 2011 dan 2013 sudah tidak ada. Baru dua kali.
Alasanya sudah ke HSNI.
Anak nelayan sukses sampai SMA, bekerja ke PLTU susah.
Selalu orang PLTu itu orang Ormas, karang taruna.
Pada akhirnya nol persen.
Anak nelayan sekolah tinggi.
Cilegon dan Serang.
Jangkar tongkang. Tempat udang jadi hilang.
70 pribumi 30 untuk luar
Butuh kas penyimpanan ikan nelayan, agar ikan tidak busuk. Penyimpanan hanya dimiliki PT.
Cold storage (penyimpanan ikan)
082115162787
Bojes Mahrudin rT
085624119282
—
Dulu bisa memasok ikan keluar, sekarang dipasok dari luar.



