MUI Sukabumi Mengutuk Keras Penusuk Syekh Ali Jaber

SUKABUMI – Penusukan terhadap ulama dan pendakwah Syekh Ali Jaber yang dilakukan AA saat ceramah di Masjid Fallahudin, Jalan Tamin, Kelurahan Suka Jawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020) sore, mengundang reaksi dari berbagai kalangan.

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi mengutuk keras terhadap tindakan percobaan pembunuhan tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi, penusukan terjadi saat Syekh Ali Jaber baru menyampaikan tausiyah selama 15 menit. Tiba-tiba, seorang pemuda nekat menusuk Syekh Ali Jaber hingga terluka di bagian tangan sebelah kanan. Tusukannya dalam, dijahit 10 jahitan.

Penusukan Syekh Ali Jaber terekam dalam video amatir warga berdurasi 57 detik. Dalam rekaman terlihat, usai menikam pelaku langsung diamankan sejumlah jamaah.

Ketu MUI Kabupaten Sukabumi, Oman Komarudin pun mengutuk keras tindak tersebut. Menurutnya, tindakan percobaan pembunuhan terhadap seorang ulama tesebut harus diusut tuntas oleh pihak berwenang.

“Yang pasti, kami sangat mengutuk keras tindakan tersebutu. Apalagi sosok pendakwah asal Madinah tersebut merupakan pigur yang amat dicintai oleh masyrakat Indonesia,” jelasnya saat dihubungi Radar Sukabumi, Senin (14/9/2020).

Kendati belum pernah terjadi di Kabupaten Sukabumi, namun pihaknya akan memberikan himbauan kepada MUI di tingkatan kecamatan untuk mengantisipasi tindakan serupa tersebut.

“Tentunya, pasca kejadian tersebut kami memiliki kekhawatiran. Walaupun memang belum pernah terjadi di Sukabumi. Tapi untuk mengantisipasinya, kami akan memberikan himbauan-himbauan kepada MUI di setiap kecamatan,” aku Oman.

Oman menilai, dalam acara tablig akbar yang mendatangkan ulama dan penceramah besar, persoalan keamanan harus menjadi prioritas kedepan.

Karena tidak menutup kemungkin, hal serupa terjadi pada orang yang seharusnya dijaga dengan baik.

“Yang harus jadi catatan dan prioritas dalam setiap acara tabligh akbar dengan mendatangkan ulama besar dan terkenal adalah kemanan. Semoga saja hal itu tidak terjadi di Sukabumi,” harapnya.(upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *