MUI Sukabumi Dukung Naskah Khutbah Jumat Kemenag RI

  • Whatsapp
Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, H Oman Komarudin saat diwawancarai Radar Sukabumi.

SUKABUMI – Kementerian Agama RI berencana menyiapkan naskah khotbah untuk digunakan para khotib saat bertugas pada ibadah salat Jumat berjamaah. Kendati menuai pro kontra, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menyatakan mendukung wacana tersebut sebagai agar para khotib dapat menyampaikan ceramah yang sesuai dengan isu faktual bangsa negara dan agama.

“MUI yakin naskah khotbah yang disiapkan Kemenag ini berkualitas. Karena pemerintah juga sudah memikirkan dengan berbagai persoalan dan berbagai sisi,” kata Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, H Oman Komarudin kepada Radar Sukabumi, Kamis (26/11).

Meski MUI Kabupaten Sukabumi belum menerima surat secara resmi terkait rencana Kementerian tersebutm namun Oman mengatakan bahwa pihaknya akan menerima dan mendukung upaya pemerintah tersebut. “Iya, kalau surat dari Kemenag belum ada tembusan ke MUI. Namun, kalau kabar dari media sudah kami terima,” paparnya.

Oman pun menyebutkan bahwa wacana Kemenag yang menyiapkan naskah khotbah Jumat dengan konten yang diperbarui merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadpa umat dengan memberikan informasi keagamaan kepada masyarakat.

“Jadi kalau begini kan seragam yah dan naskah khutbahnya juga pasti disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang. Apalagi pada saat ini, Masya Allah, selain pandemi Covid-19 juga banyak masalah berkaitan dengan akhlak, diantaranya masih banyak kasus pencabulan dan lainnya di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Apabila nanti benar pemerintah sudah menetapkan dan menyebarkan naskah untuk khutbah Jumat itu, maka MUI Kabupaten Sukabumi akan memberitahukan kepada seluruh MUI yang ada di setiap kecamatan agar mendukung rencana Kemenag tersebut.

“Saya berharap jangan sampai khutbah itu nantinya menimbulkan suara sumbang atau pro kontra. Semoga masyarakat dapat menerima saja dan jangan sampai ada penolakan. Karena pemerintah juga sudah memikirkan dengan berbagai persoalan dan berbagai sisi,” ujar Oman.

“Intinya khutbah itu agar ada kesamaan dan keseragaman. Apalagi saat ini naskah khutbah di masjid yang berada di pelosok masih menggunakan naskah lawas,” pungkasnya. (Den/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *