Menko Airlangga : Ceko dukung pembangunan berkelanjutan

  • Whatsapp
Menko Airlangga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menteri LH Ceko Richard Brubec (kiri) dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Senin (21/06). (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyampaikan bahwa Ceko memberikan dukungan kepada Indonesia menuju global economic recovery melalui pembangunan berkelanjutan.

“Saya mengajak para pelaku bisnis Ceko untuk menjadi mitra pembangunan infrastruktur dan digitalisasi serta giat berinvestasi di Indonesia, sejalan dan seiring dengan langkah transformasi ekonomi dan reformasi struktural yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia saat ini melalui UU Cipta Kerja,” kata Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, upaya-upaya perbaikan regulasi akan terus dilakukan pemerintah Indonesia guna menciptakan iklim investasi yang lebih baik, diiringi dengan reformasi di bidang lingkungan hidup dan ketenagakerjaan yang berlandaskan pada ketentuan dan standar internasional.

Dukungan tersebut disampaikan Ceko saat Menko Airlangga menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Ceko Richard Brabec yang disertai Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Jaroslav Doleček, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko Martina Tauberová, dan Presiden Konfederasi Industri Republik Ceko Jaroslav Hanák.

Dijelaskan oleh Menteri Brabec bahwa Presidensi Uni Eropa (UE) dibawah Ceko nantinya akan mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam pengembangan minyak sawit berkelanjutan dan menegaskan bahwa UE sama sekali tidak menerapkan importation ban produk minyak sawit dari Indonesia. Untuk itu Ceko akan terus melakukan koordinasi dan konsultasi bersama komisi dan parlemen Eropa guna mendukung langkah Indonesia tersebut.

Kedua negara juga akan lebih mengintensifkan kerjasama di bidang lingkungan hidup antara lain di bidang penanganan sampah perkotaan dan pengelolaan sampah plastik dimana Ceko banyak memiliki keunggulan, pengalaman dan expertise. Selain itu telah diidentifikasi sejumlah kerja sama potensial kedua negara di bidang renewable energy guna penurunan emisi gas buang seperti hydropower, geothermal, tenaga surya, dan kerjasama pengembangan teknologi baterai untuk mobil listrik.

Sebagai sesama negara produsen batu bara, Ceko siap mendukung pemanfaatan batu bara yang bersih dan ramah lingkungan (clean coal technology). Kedua negara juga telah menyepakati pertukaran experts di bidang Sumber Daya Mineral melalui pembentukan Working Group dalam mekanisme kerjasama bilateral.

Terkait perubahan iklim, Indonesia terus berupaya untuk memenuhi National Determined Contributions (NDC) sesuai target Perjanjian Paris dan target yang terangkum dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Dijelaskan komitmen kuat Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi gas buang sebesar 29 persen (secara mandiri) dan 41 persen dengan dukungan dan kolaborasi internasional.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Ceko memberikan apresiasi upaya Indonesia dalam menurunkan laju deforestasi di Indonesia dan untuk itu ditegaskan kembali kesiapan Ceko untuk mendukung dan bekerjasama lebih erat di bidang kehutanan.

Di bidang perdagangan, keduanya sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang saat ini tengah dirundingkan kedua pihak. Dalam kaitan tersebut keduanya berharap penyelesaian perundingan dapat tercapai pada saat Ceko menjabat sebagai Presidensi Uni Eropa dan Indonesia menjabat sebagai Presidensi G20 di 2022.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *