“Sukabumi-Ciranjang taksiran investasinya sekitar Rp 6 triliun. Ada 11 unsur investasi. Seperti konstruksi juga peralatan tol. Belum dengan tanah,” katanya beberapa waktu lalu.
Saat disinggung penghitungan panjang tol yang mengalami perbedaan, kata dia, angka itu dikarenakan Kemenpupera menghitung berdasarkan trase yang dilihat dari google earth ditarik kira-kira sepanjang 28 kilometer.
“Sedangkan saat kita tracking ketemunya segini (31,98 km). Mungkin ada perbedaan belokan sedikit. Kami menghindari sekecilpun area perumahan dan pertanian. Itu menjadi perbedaan,”tandasnya.
Jika benar-benar terjadi, Tol Bocimi bisa dijadikan rute jalur tengah pada saat mudik. Namun sampai saat ini, Tol Bocimi seksi II sampai Seksi V belum ada kejelasan kapan bisa selesai.
Kemudian untuk Tol Bocimi Ciranjang hingga Padarangan masih belum bisa dipastikan tahun berapa selesai bahkan statusnya masih mengangung tidak jelas. Sementara untuk Tol Getaci, seksi prioritas sampai Garut direncanakan digarap tahun ini, namun belakangan beredar berita retender kontraktor. Sampai Cilacap ditargetkan 2029.
(hnd)






