Masuk Kawasan Karst, Peledakan Langgar UU

Sebab itu, ia mendukung sikap warga yang melakukan penolakan terhadap rencana pihak perusahaan yang akan melalukan peledakan di Gunung Guha. Karena dalam proses peledakan tersebut, menurutnya PT TSS harus mengacu terhadap mekanisme dalam dokument. Tapi apabila peledakan yang direncanakan tidak sesuai dalam dokumen, apalagi dalam tekhnis peledekannya dengan skala besar, maka hal ini sudah jelas telah menyalahi aturan.

“Sebab itu, saya akan laporkan ke DLH Jawa Barat dan meminta dinas tersebut agar segera turun ke lapangan untuk membatalkan rencana peladakan itu. Karena proses Amdalnya tidak bener,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala PT TSS, Teungku saat melakukan sosialisasi kepada puluhan warga terdampak di Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Leuwidingding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah pada Senin (27/3) lalu, ia menyampaikan kepada warga bahwa peledakan tambang di Gunung Guha itu, pihaknya sudah melakukan regulasi dan memenuhi seluruh perizinan. Mulai dari izin Amdal, perizinan dari dinas pertambangan dan izin dari Mabes Polri.

Untuk itu, ia sudah melakukan sosialisasi kepada warga terdampak agar mengetahui dan tidak cemas jika nanti dalam penambangan mendengar suara peledakan.

“Yang dilakukan pihak perusahaan bukan untuk meminta izin terhadap warga, namun, PT TSS hanya ingin menyampaikan kepada warga terdampak bahwa pihak perusahaan akan melakukan peledakan dalam pertambangannya di Gunung Guha. Sementara untuk radius dari titik ledakan akibat aktivitas tambang, ada sekitar lebih dari 1 kilometer. Insya Allah kegiatan ini dapat diapstikan aman,” paparnya saat melakukan sosialisasi.(cr13/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.