BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Kronologis Bang Jago di Sukabumi Keroyok Sopir Truk, Hingga Diciduk Polisi

×

Kronologis Bang Jago di Sukabumi Keroyok Sopir Truk, Hingga Diciduk Polisi

Sebarkan artikel ini
sopir angkot berisinial JSN
Salah satu sopir angkot berisinial JSN saat diamankan di Mapolsek Cibadak karena nekad melakukan pengeroyokan terhadap seorang sopir truk yang viral di media sosial.

SUKABUMI – Garang saat pengeroyokan, tapi ciut ketika diciduk. Itulah istilah yang tepat disematkan untuk Bang Jago jalanan, JSN, pelaku pengeroyokan terhadap sopir truk di Jalan Raya Kadupugur, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Aksi pengeroyokan tersebut diabadikan lewat video yang kemudian viral di media sosial. Video berdurasi 02 menit 12 detik merekam perselisihan antara sopir truk dan sopir angkot. Hingga salah satu dari tiga orang dari pihak sopir angkot yang menghadang truk dengan membawa kayu lalu memukulkannya kepada sopir truk.

Bank bjb Tandamata

Merespons cepat video viral tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Cibadak langsung mengamankan salah satu pelaku pengeroyokan yang memukulkan kayu kepada korban pada Sabtu (12/03) lalu.

Kapolsek Cibadak Kompol Maryono Edi mengatakan, pelaku JSN berhasil ditangkap diwilayah Karangtengah Cibadak pada Minggu (13/03) dini hari. “Tadi malam sekira pukul 01.00 WIB salah satu pelaku berhasil kami tangkap,” kata Maryono Edi pada Minggu (13/03).

Maryono mengungkapkan, selain mencokok salah satu pelaku, petugas juga mengamankan barang buktinya berupa satu buah kayu berbentuk bulat dengan panjang kurang lebih 1 meter. “Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan,” tandasnya.

Sementara itu, sopir truk AR (33) yang merupakan korban pengeroyokan sopir angkot menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu, dia sedang mengendarai truk yang bermuatan air mineral, melaju dari arah Cibadak menuju Sukabumi. Sedangkan dari arah berlawanan melaju angkot yang sedang ngebut dan menyalip kendaraan lain.

“Mereka berhenti di depan saya lalu marah-marah dan berkata kasar. Kasih jalan dong saya. Begitu katanya,” kata AR kepada wartawan saat ditemui wartawan ketika melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cibadak pada Sabtu (12/03) malam.

Lebih lanjut AR menjelaskan, saat insiden pecah, kondisi lalu lintas di jalan raya sedang padat sehingga menyebabkan kemacetan. AR juga mengaku geram dengan sikap angkot tersebut. Sebab nekad melakukan pengeroyokan di tempat umum.

“Waktu itu, salah satu dari pihak angkot memukul saya kena bagian kepala, pipi, bibir dan tangan dengan menggunakan kayu yang dibawanya. Saya berharap kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (den/t)