Korban Racun Keong Sawah Meluas, Giliran Santri di Sukaraja Jadi Korban

  • Whatsapp

SUKARAJA– Setelah sebelumnya warga Kecamatan Cisaat dan Kadudampit menjadi korban keracunan makanan kuliner berbahan baku keong sawah (Tutur red), kini giliran Warga Kecamatan Sukaraja yang ikut dilaporkan mengalami keracunan akibat memakan keong sawah.Peristiwa keracunan masal dialami belasan warga Desa Sukamekar dan Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja.

Informasi yang dihimpun koran ini, kejadian yang mayoritas telah menimpa anak-anak ini, bermula pada Minggu (22/7) belasan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Darulmutaalimin tengah membeli tutut dari penjual keliling denga harga Rp2 ribu per kantong. Setelah dimakan bersama teman-temannya, sekitar Pukul 13.00 WIB tiba-tiba, mereka merasakan mual, pusing, sakit perut dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Camat Sukaraja Yudi Mulyadi mengatakan, berdasarkan data sementara, korban yang mengalami keracunan tutut ini, diantaranya 10 orang merupakan warga dari Desa Cisarua dan 13 orang merupakan santriwati dari Ponpes Darulmutaalimin.

“Besar kemungkinan, jumlah korban keracunan ini akan terus bertambah. Sebab, saat kejadian, mereka tidak melaporkan kepada pemerintah desa maupun kecamatan. Mereka mungkin panik dan fokus terhadap pengobatan kondisi tubuh korban yang keracunan itu.

Saya juga baru tahun sore tadi. Untuk itu, malam ini, petugas dari kecamatan bersama perangkat desa dan Puskesmas Sukaraja tengah melakukan pendataan ke setiap rumah korban,” jelas Yudi kepada koran ini, kemarin (27/7).

Sementara itu, Kepala Desa Sukamekar Ernalia mengatakan, insiden tersebut terjadi akibat mengkonsumsi tutut dari penjual keliling yang dipikul. Akibatnya belasan warga Desa Sukamekar mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi makanan tutut terebut.

“Reaksi dari keracunan makanan tutut ini, semakin menjadi pada malam harinya. Saat itu, mereka langsung dibawa berobat ke bidan desa pada Senin (23/7) sekira pukul 02.00 WIB,” katanya.

Setelah berobat ke bidan, sambung Ernalina, mereka mengalami sesak nafas dan kondisi tubuhnya mengalami demam hingga mengeluarkan banyak keringat. Dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Maka, mereka kembali dibawa berobat kepada Mantri Desa Sukamekar.

“Saat itu, Pak Mantri mengusulkan agar mereka segera dibawa ke rumah untuk dilakukan penanganan medis secara intensif. Sebab, para santriwati ini telah mengalami keracunan. Seperti yang dialami oleh warga Desa Cisarua,” bebernya.

Setelah itu, mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina Sukaraja. Namun, karena sarana dan prasarananya tidak memadai, maka seluruh korban langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada Rabu (25/7).

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kini seluruh korban sudah dibawa pulang ke rumahnya maisng-masing. Untuk kondisi kesehatannya, sekarang tubuhnya sudah mulai membaik, tinggal pemulihan saja. Ya, meskipun mukanya masih terlihat lemes dan pucat,” pungkasnya. (cr13/D)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *