“Awalnya korban menelepon ibunya dan mengadukan apa yang terjadi, termasuk ke neneknya. Kemudian ibunya menelepon suaminya, setelah suaminya klarifikasi dan ternyata betul baru melaporkan,” jelasnya.
Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa korban baru melaporkan pada 2022. Sementara tindakan rudapaksa tersebut pada 2019 dan 2020 silam. Terkait hal tersebut, Tenda mengaku tidak mengetahuinya.
“Kejadiannya 2019 ya, yang namanya santri ke guru, gak tau ada intimidasi atau segan. Muncul-muncul kesini (korban) nelpon ke ibunya, ngeluh ke ibunya,” tandasnya. (ris/t)




