“Dan salah satu kegiatan kali ini adalah bentuk perhatian terhadap petani. Sektor pertanian jangan diabaikan karena berkaitan kebutuhan manusia,” katanya.
Ia menambahkan, di era digital ini, pertanian tidak serta-merta ditinggalkan. Pemda Provinsi Jabar pun terus melahirkan berbagai inovasi dan program unggulan pertanian, termasuk Petani Milenial, agar semangat bertani tetap ada.
“Pak Gubernur ‘ngabret’ (ngebut) dalam pembangunan, maka kita harus ada inovasi. Kalau begitu- begitu saja hasilnya juga akan biasa saja,” ucap Kang Uu.
“Terpenting ada gairah petani untuk semangat bertani. Semoga kegiatan kali ini bisa meningkatkan semangat petani,” tuturnya.
Dalam agenda kali ini, Kang Uu juga berujar bahwa tanah lahan mati bisa dimanfaatkan untuk pertanian. “Tentu harus (bisa dimanfaatkan) tanpa merusak lingkungan,” pesannya.
Adapun di kawasan Sukabumi Utara, terdapat perkebunan teh, cabai, bawang, bawang daun, kol, sawi, serta tanaman pangan lainnya.
Selain pertanian, Kang Uu juga mendorong pemanfaatan lahan untuk kawasan wisata mulai dari agrowisata hingga ekowisata. Pemda Provinsi Jabar juga tengah gencar menggali potensi Desa Wisata (Dewi) di berbagai daerah.
“Tujuannya adalah pemerataan ekonomi. Karena di Jawa Barat ini ekonomi meningkat, tapi kurang merata,” kata Kang Uu.
“Dengan adanya Desa Wisata, maka desa tersebut akan ada ekonomi yang bergerak. Di Sukabumi Utara potensi wisata luar biasa di samping agrowisata, tempat indah, sejuk, pemandangan bagus,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sukabumi Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dana Budiman, meyakini bahwa di era industri 4.0 dan pandemi COVID-19, bidang pertanian dan agrowisata merupakan sektor yang paling mampu bertahan dengan dukungan teknologi informasi dalam promosi produk.






