Kalau Kalah Di Pilkada Kabupaten Sukabumi, Ini yang Akan Dilakukan Para Calon

  • Whatsapp
Ketiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi (kiri), paslon nomor urut 1, Adjo Sardjono-Iman Adinugraha, paslon nomor urut 2 (tengah), Marwan Hamami-Iyos Somantri, paslon nomor urut 3, Abu Bakar Sidik-Sirojudin (kanan) saat debat Pilkada di Hotel Agusta, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/11) lalu. Ketiganya mengaku siap menang dan kalah.

SUKABUMI – Hari ini, masyarakat Kabupaten Sukabumi bakal menentukan pilihannya siapa pemimpin terbaik untuk lima tahun kedepan. Ketiga pasangan calon (Paslon) yakni nomor urut 1, Adjo Sardjono-Iman Adinugraha, nomor urut 2 Marwan Hamami-Iyos Somantri dan nomor urut 3 Abu Bakar Sidik-Sirojudin pun sudah menjabarkan program apa saja yang akan dijalankan ketika terpilih nanti.

Dengan ikhtiar yang sudah dilakukan, tentunya semua paslon harus siap menang, dan juga siap kalah. Para paslon diharapkan mematuhi peraturan KPU dan bersama-sama menjaga keamanan, selama gelaran pilkada serentak pada 09 Desember 2020 ini.

Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman menjelaskan, semua pasangan calon peserta pemilihan yang maju dalam pelaksanaan Pilkada berkeinginan untuk menjadi pemenang atau calon terpilih dan pasti semuanya merasa paling layak untuk dipilih dan menang.

Tetapi yang harus diingat, bahwa namanya pemilihan pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

“Karena ini adalah kompetisi, maka diperlukan aturan main agar tercipta suasana kompetisi yang jujur dan adil. Dan paslon jauh-jauh hari sudah menyatakan komitmen siap menang dan siap kalah,” jelasnya.

Untuk menciptakan kondisi yang jujur dan adil tersebut, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada harus berkomitmen untuk melakukan perannya sesuai dengan aturan main.

Sebagai, penyelenggara pemilihan dalam mengelola dan melaksanakan tahapan pemilihan dituntut untuk selalu independen, profesional, jujur dan adil.

Tentunya juga, semua peserta pemilihan dituntut untuk melakukan upaya pemenangan secara jujur dan tidak melakukan politik uang, apalagi tahapan kampanye berupa adu atau menawarkan gagasan masing-masing paslon yang waktunya cukup panjang sudah dilalui.

“Jika proses dan tahapan ini sudah dilalui dan jika kemudian setelah pemungutan-penghitungan suara diketahui hasilnya, apabila ada keberatan maka pasangan calon atau peserta pemilihan dapat menempuh upaya hukum yang disiapkan oleh undang-undang.

Misalnya dengan melakukan pengawalan perolehan suara untuk setiap proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara disetiap tingkatan,” bebernya.

Lebih lanjut dirinya berharap, setelah pelaksanaan Pilkada seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan, karena siapapun yang terpilih berdasarkan penetapan KPU, itu adalah kehendak rakyat.

Demikian juga untuk pasangan calon yang terpilih, mereka adalah pemimpin yang diberi mandat untuk seluruh rakyat didaerah tersebut dan berkewajiban mewujudkan janji-janji kampanyenya.

“Intinya semua paslon harus mematuhi aturan yang berlaku. Harus siap menang dan siap kalah,” tukas Ferry.

Calon wakil Bupati Marwan Hamami melalu Sekretaris Pemenangan M Sodikin mengaku siap menang dan kalah. Paslon yang didukung oleh Partai Golkar, PKS Demokrat dan NasDem ini tentunya siap menjalankan aturan yang berlaku.

“Siap Insha Allah menang. Kalau persoalan kalah atau tidak, kita lihat pada tanggal 09 Desember. Itu adalah takdir yang menentukan, tapi sampai hari ini kita optimis (menang),” tegasnya.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk berdoa agar pilkada di tengah pandemi Corona ini, berjalan lancar dan damai tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
Sementara itu, calon paslon dengan nomor urut 1 melalui sekretaris DPD PAN Budi Mulyadi menjelaskan, bahwa paslon Adjo-Iman sudah siap menang dan siap kalah. Selama massa tenang, mereka akan lebih banyak memanjatkan doa untuk kemenangannya.

“Sebelumnya sudah kita pikirkan itu, harapan semua calon meyakini dia (Adjo-Iman) yang akan berhasil. Tetapi kita sadar, bahwa kita manusia yang tidak bisa menentukan. Allah SWT yang menentukan siapa yang menang. Insha Allah siap (menang dan kalah),” akunya.

Hal senada juga dilontarkan Calon Bupati Sukabumi nomor urut 3, Abu Bakar Sidik. Dirinya meyakini, semua yang terjadi nanti (hasil Pilkada) atas keputusan dan kehendak Tuhan.

“Kita berharap, pilkada dengan biaya negara yang besar dapat dilaksanakan dengan proses yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan. Bila ada kecurangan, berarti mencederai negara dan merendahkan Tuhan serta menyengsarakan rakyat secara luas,” bebernya.

Dirinya mengajak, sejahat apapun kita, mari selalu berniat baik dan selalu ingin berbuat yang baik. Rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada orang-orang baik. “Masa sih tidak siap (menang atau kalah) dengan keputusan Allah SWT. Keputusan-Nya adalah kasih sayang-Nya,” ucapnya.(hdn/nur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *