SUKABUMI — Dampak amblasnya jalan Jembatan Bojongkopo yang berlokasi di antara Desa Cidadap dan Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akibat diterjang banjir pada Kamis (6/3/2025) lalu, masih dirasakan oleh warga.
Kendaraan roda empat hingga saat ini tidak dapat melintasi jembatan tersebut, sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Namun, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengambil langkah cepat dengan membuka jalan alternatif sementara sembari menunggu perbaikan jembatan yang direncanakan usai Lebaran Idul Fitri 1446 H.
Menurut Dandi Sulaeman, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Kementerian PUPR sedang membuka jalan baru sebagai alternatif sementara bagi kendaraan roda empat.
“Jalur alternatif ini akan melewati persawahan warga hingga tembus ke kawasan permukiman di Kampung Bojongkopo, Desa Loji. Tujuannya adalah untuk memperlancar arus lalu lintas sambil menunggu perbaikan jembatan,” ujar Dandi. Rabu (19/3/2025).
Dandi menjelaskan bahwa pembukaan jalan alternatif ini merupakan bagian dari upaya rekayasa lalu lintas untuk memastikan kendaraan roda empat tetap bisa melintas.
“Sistemnya akan diatur satu arah, mulai dari arah bagbagan dekat minimarket itu melewati pesawahan hingga ke pemukiman Kampung Bojongkopo,” jelasnya.
“Ini dilakukan pembukaan jalan alternatif ini untuk meminimalisir kemacetan dan memastikan perjalanan tetap lancar sebelum jembatan Bojongkopo rampung diperbaiki,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dandi menjelaskan, untuk perbaikan Jembatan Bojongkopo sendiri direncanakan akan dimulai setelah Lebaran Idul Fitri 1446 H, hal itu berdasarkan informasi yang didapatkan dari personel kementerian PUPR.
“Jadi proses pengerjaan jembatan Bojongkopo akan dimulai setelah Lebaran dan ditargetkan selesai pada Agustus 2025,” jelas Dandi.
Masih kata Dandi, untuk jalan alternatif tersebut yang sedang dibuka dan dalam proses pengerjaan, Dandi menyatakan belum mengetahui kapan rampung, namun warga berharap pengerjaannya selesai sebelum Lebaran ini mengingat pentingnya akses dari Bagbagan menuju Kiara Dua ataupun arah sebaliknya, jika kendaraan roda empat harus melalui jalur alternatif lain akan memakan waktu lama.
“Kami belum tahu pasti kapan jalan alternatif ini akan selesai, tetapi targetnya adalah sebelum Lebaran. Saat ini, proses pengerjaan sedang berlangsung,” tuturnya.






