HG: Sektor Pertanian Nasib Kebangkitan Ekonomi Negara

  • Whatsapp

“Jerih payah, kerja keras dan kebersamaan yang dibangun  mampu membuahkan hasil yang menakjubkan. Swasembada beras 1984 adalah bukti monumental bangsa kita di panggung dunia yang pantas diberi acungan jempol oleh warga dunia,” katanya.

Pria akrab disapa HG mengungkapkan sekarang bagaimana kondisi nya jika dan hanya jika kita tautkan dengan situasi kekinian. Kondisi seperti inilah yang cukup memilukan. Peneliti-Penyuluh-Petani terekam jalan sendiri-sendiri.

Bacaan Lainnya

Tidak ada lagi tautan kebersamaan. ” Harmoni tidak terjadi, bahkan petani pun terlihat seperti yang galau karena lingkungan strategis yang berbeda. Petani terpantau semakin tidak berdaulat atas lahan yang digarapnya,” tandasnya.

Dijelaskannya, sistem perekonomian di Indonesia masih belum terarah secara maksimal. Dimana dengan statusnya sebagai negara agraris, pembangunan ekonomi di Indonesia masih belum diarahkan dengan baik.

Pemerintah belum mampu menguasai Lahan yang ada dengan baik dimana sebagian petani masih harus bergantung dengan lahan milik orang lain. Baik dari proses Produksi, dan distribusi komoditi pertanian sebagian besar dikuasai oleh ‘invisible hand’ atau pasar bebas. ”

Pemberdayaan petani yang tidak dilakukan dengan baik semakin menindas para petani.
Masyarakat telah melihat sendiri bagaimana tertindasnya kehidupan petani. Perlahan tapi pasti, lahan yang dimiliki nya dijual untuk menyambung nyawa.

Tinggallah sekarang petani gurem dan buruh tani yang cuma punya lahan sekitar 0,3 hektar dan sama sekali tidak memiliki lahan pertanian. Mereka inilah yang menggarap sawah milik orang kota, ” jelasnya.

Lanjutnya, keberpihakan pemerintah dalam memberlakuan Landreform secara maksimal setidaknya akan membuka kesempatan petani untuk bisa benar benar terlibat dalam aktivitas perekonomian.

Hal inilah yang nantinya akan menjadi pembalik keadaan dimana sektor pertanian akan bisa benar benar bangkit hingga akhirnya mereformasi paradigma tentang petani.

” Sebuah usaha akan menunjukan konsistensinya jika ada komitmen yang menyertainya. Dalam hal ini lagi lagi pemerintah menjadi kuncinya.

Komitmen pemerintah bisa ditunjukan dengan adanya penyediaan fasilitas disertai dengan pembangunan sektor manufaktur yang mendukung para petani, Semoga pemerintah ada dan berpihak serta aktif dalam membangun ekonomi yang produktif,” pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *