BERITA UTAMAPOLITIK

Hasil Simulasi DPRD Kabupaten Sukabumi, Caleg Dapil I Ada Kejutan dan Dapil II Ketat

×

Hasil Simulasi DPRD Kabupaten Sukabumi, Caleg Dapil I Ada Kejutan dan Dapil II Ketat

Sebarkan artikel ini
HASIL-SIMULASI-PILEG-2024-DPRD-DAPIL-I-DAN-II-KABUPATEN-SUKABUMI

Jika dibandingkan dengan survei yang diselenggarakan LSI Denny JA di waktu yang berdekatan, hasil simulasi yang digelar Radar Bogor Group menunjukkan beberapa kesamaan. Terutama pada urutan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Hasil dari survei LSI Denny JA dan Radar Bogor Group sama-sama menempatkan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 di posisi pertama, nomor urut 1 ditempat kedua, dan nomor urut tiga jadi yang paling bontot.

Adrian memuji usaha Radar Bogor Group dalam mensosialisasikan Pemilu 2024. Sebab menurut data LSI Denny JA baru 85 persen saja masyarakat yang mengetahui tanggal pelaksanaan Pemilu nanti. “Kalau tidak sampai 90 persen ke atas, potensinya berpengaruh terhadap voter ternout (VTO) (tingkat partisipasi pemilih). Semakin orang tahu, maka akan semakin tinggi potensi VTO-nya tinggi yang pada akhirnya bersinggungan terhadap legitimasi pemerintah yang nanti terpilih,” jelasnya.

Bank bjb Tandamata

Selain waktu pelaksanaan, sosialisasi pada tata cara dan sosok yang dipilih dinilainya juga amat penting disampaikan kepada masyarakat supaya tidak asal-asalan dalam menentukan piluhan saat Pemilu nanti. Oleh karena itu, ia mengapresiasi upaya Radar Bogor Group mengenalkan hal tersebut pada masyarakat sehingga suara yang diberikan bisa sesuai dengan aspirasi.

“Terlebih pelaksnaan Pemiluhan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) berbarengan, seperti tahun 2019. Saat itu masih banyak yang kebingungan dengan kertas suara Pileg. Data LSI saat ini menunjukan hanya 20 persenan saja orang yamg tau perbedaan antara kertas suata untuk DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten atau Kota,” ungkpanya.

Ia mendukung agar Radar Bogor Group terus mengawal Pemilu sesuai dengan asas LUBER JURDIL dan senantiasa mensosialisasikan informasi terkait Pemilu supaya masyarakat bisa menentukan pilihan karena gagasan dan rekam jejak para Capres, Cawapres, dan Caleg. Dengan begitu masyarakat memiliki moral standing dan bisa menagih janji pada Capres Cawapres maupun Caleg yang terpilih nantinya.

Lebih lanjut, Adrian menyarankan agar pelaksanaan simulasi digelar lebih tersistematis. Sebab simulasi ini dilihatnya memiliki nilai karena melibatkan banyak suara. Dirinya juga menganjurkan supaya dsimulasi ditambahkan dengan penggalian opini publik untuk mengetahui lebih dalam pengetahuan dan kesediaan masyarakat menghadapi Pemilu melalui kuesioner. (nur/*)

HASIL-SIMULASI-PILEG-2024-DPRD-DAPIL-I-DAN-II-KABUPATEN-SUKABUMI