Harga Cabai Semakin Pedas

  • Whatsapp
SORTIR: Seorang pedagang di Pasar Tradisional Panggeleseran, Adi Rohmat (32), warga Kampung Babakan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, sedang menyortir cabai.

CIKEMBAR – Harga komoditas cabai di Pasar Tradisional Panggeleseran, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar mulai merangkak naik. Penyebabnya ialah terbatasnya pasokan dari para tengkulak dan petani karena banyak lahan pertanian saat ini mengalami kekeringan.

Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi di Pasar Tradisional Panggeleseran, harga cabai rawit dari Rp20 ribu naik menjadi Rp 50 ribu perkilogram. Sementara harga cabai merah dari harga Rp40 ribu naik menjadi Rp60 ribu perkilogram. Selain cabai, komoditas lainnya pun seperti mentimun turut naik, dari harga Rp5 ribu naik menjadi Rp8 ribu perkilogram.

Bacaan Lainnya

Seorang pedagang sayuran di Pasar Tradisional Panggeleseran, Adi Rohmat (32), asal Kampung Babakan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar mengatakan, kenaikan harga cabai ini akibat musim kemarau yang berdampak pada sentra penghasil cabai di sejumlah daerah Kabupaten Sukabumi menjadi menurun. Seperti di Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi, Goalpara, Sukaraja dan daerah lainnya. “Bahkan tidak sedikit para petani yang mengalami gagal panen, akibat lahan pertaniannya tidak teraliri air secara maksimal. Sehingga dampaknya pada harga cabai di pasaran menjadi naik,” jelas Adi kepadaRadar Sukabumi, kemarin (30/6).

Untuk memenuhi kebutuhan cabai di pasaran, sambung Edi, para pedagang di Pasar Tradisional Panggeleseran banyak membeli cabai dari wilayah luar Sukabumi. Seperti di daerah Cianjur. “Selain kekeringan, jarak tempuh juga jauh berpengaruh pada naiknya harga cabai,” bebernya.
Hal serupa dikatakan, Eti (52), warga Kampung Kertaraharja, RT 1/2, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar. Menurutnya, akibat kenaikan harga cabai ini berdampak pada penghasilannya yang terus menurun. “Biasanya perhari saya menghasilkan Rp5 juta. Namun setelah harga sayuran naik, omset saya menurun menjadi Rp2 juta,” jelas Eti.

Ia menambahkan, kenaikan harga pada komoditas cabai telah berlangsung sejak tiga hari lalu. Hal ini disebabkan karena daerah penghasil cabai sedang mengalami gagal panen, akibat musim kemarau. Sehingga komoditas cabai menjadi langka yang kemudian harganya melambung tinggi. “Kenaikan harga cabai ini secara berangsur. Seperti harga cabai rawit dari harga semula Rp20 ribu naik menjadi 25 ribu sampai Rp30 ribu dan Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogramnya,” paparnya.

Seorang warga Kampung Cibatu Lanajaya, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Nengsih (45) mengatakan, kenaikan harga cabai di Pasar Tradisional Panggeleseran ini sungguh memberatkan. “Saya tidak mengerti mengapa kenaikan harga cabai bisa begitu tinggi. Untuk itu, saya berharap pemerintah dapat segera turun ke lapangan dan menurunkan kembali harga cabai. Sehingga harganya dapat kembali normal,” pungkasnya.

(Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *