Adapun untuk kedepan, penanganan selanjutnya pasca pembersihan sampah, kata Ade semua pihak harus ikut bertanggung jawab melakukan upaya upaya penanganan agar sampah sampah tidak kembali menumpuk.
“Kita, kan kewajiban mungkin suka disebut dengan jumat bersih, dan juga jangan menyuruh misalnya hanya dari perangkat daerah, tetap saja semua masyarakat kolaborasi,” terangnya.
“Kita hari ini ada dari PLTU kita sama sama pentahelik, bukan hanya dari pemda saja, kita dengan dunia lain artinya dengan dunia usaha juga, dengan semua elemen,” ucapnya.
Saat disinggung, tumpukan sampah di lokasi tersebut dikatakan pantai terkotor no 4 di Indonesia, Ade menegaskan tidak mengetahui, pasalnya dalam penetapan tersebut seharusnya ada standar yang harus ditempuh.
“Itu gak ngerti juga, kan namanya terkotor nomor 4 itu harus ada standarnya, kita jadi juara 1, 2 dan 3 kan biasanya ada standarnya, mereka(Pandawara- red) mengemukakan itu bagaimana, kan kita juga gak ngerti,” bebernya.
Ade juga berharap kedepan semua elemen berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi, berkordinasi, dalam upaya menjaga kebersihan di kabupaten Sukabumi terlebih di tahun 2024 akan menjadi tuan rumah dalam gelaran healthy cities Summit.
“Kita usahakan kabupaten Sukabumi harus bersih apalagi kita akan jadi tuan rumah Healthy Cities Summit 2024, selain itu juga kita sekarang itu sudah wisatara, mudah mudahan wistara III kabupaten kota sehat, oleh karena itu kita bersihkan sampah ini,” tandasnya. (Ndi)






