Ketua RW 07, Kedusunan Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, H. Abuy (51) kepada Radar Sukabumi mengatakan, SPBU Cimuncang sudah tidak beroperasi sekitar empat hari terakhir. Dampaknya, warga khususnya para sopir angkot di jalur ini, tidak bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU tersebut. “Iya, sudah ada sekitar empat hari SPBU itu tutupnya,” kata H. Abuy kepada Radar Sukabumi pada Kamis (06/07).
Menurut H. Abuy, keberadaan SPBU Cimuncang ini, sangat bermanfaat untuk warga yang memiliki kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. “Jadi, SPBU itu buka hanya dibutuhkan oleh warga dari Kecamatan Kebonpedes saja. Tetapi, juga dibutuhkan oleh warga atau pengendara dari wilayah Kecamatan Cireunghas dan Kecamatan Gegerbitung,” paparnya.
Dampak dengan tutupnya SPBU ini, ujar. H. Abuy, masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak, khususnya untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Kusunya warga dari tiga kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Yakni, Kecamatan Kebonpedes, Gsherbigubg dan Cireunghas.
“Iya, terutama para supir angkot menjadi kesulitan untuk mengisi BBM. Jadi, semenjak SPBU Cimuncang ditutup, kami atau para sopir angkot ngisi BBM-nya ke SPBU Cimahpar Sukaraja. Nah, ini jaraknya lumayan jauh dari lokasi SPBU Cimuncang,” tandasnya.(den/d)






