BERITA UTAMAHukum & Kriminal Kota

Empat Angkot Rusak Diamuk Pelajar

×

Empat Angkot Rusak Diamuk Pelajar

Sebarkan artikel ini

“Saya belum sempat turun dari dalam angkot, tiba-tiba saja datang puluhan pelajar dan langsung melakukan penyerangan. Sebagian dari mereka membawa berbagai jenis senjata seperti Samurai, batu berukuran sebesar kepalan tangan sampai dengan Gear motor,” ungkap Ridwan.

Selain angkutan milik Ridwan, terdapat tiga unit angkutan lainnya yang juga menjadi korban amukan para pelajar. Akibat kejadian tersebut, mobil yang biasa digunakan untuk mengais rejeki setiap harinya itu mengalami kerusakan pada bagian kaca depan. Sedangkan tiga angkutan lainnya mengalam,i kerusakan ringan pada beberapa bagian badan mobil akibat terkena gesekan benda tajam.

Bank bjb Tandamata

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja Unit (KKU) Angkot Trayek 14, Yana Mulyana (50) menerangkan empat mobil angkutan yang menjadi korban salah sasaran para pelajar ini berasal dari dua trayek berbeda. Terdiri dari satu unit bernomor trayek 15 dan tiga unit lainnya adalah angkota dengan trayek 14.

“Saat kejadian, ketiga angkutan itu dalam kondisi kosong karena tengah ditinggal istirahat para supirnya. Oleh karenanya tidak ada korban dalam kejadian tersebut,” ungkap Yana kepada Radar Sukabumi.

Usep Saepudin (48) salah satu saksi korban pemilik warung nasi mengatakan sejak tiba di sekitar Jalan Kramat, sekelompok pelajar ini sudah terlihat ugal-ugalan, bahkan seenaknya mereka langsung memecahkan kaca etalase yang terpajang di bagian depan warungnya.

“Saya akan mendesak pihak sekolah tempat asal para pelajar itu untuk bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi pada tempat usaha milik saya,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kapolsek Gunungpuyuh Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kosasih menegaskan pihaknya telah mengamankan satu orang pelajar yang berhasil ditangkap warga. “Proses penyelidikan tengah dilakukan seiring dengan dilakukannya pencarian para pelajar yang terlibat dalam aksi pengrusakan ini. Langkah yang akan kami tempuh salah satunya adalah memanggil orang tua pelajar yang sudah diamankan,” ujarnya. (cr16)