BERITA UTAMA

Duel El-Clasico Sarat Emosi, PSMS Medan vs Persib

×

Duel El-Clasico Sarat Emosi, PSMS Medan vs Persib

Sebarkan artikel ini

Djanur juga sempat memperkuat tim Mercu Buana Medan pada tahun 1982-1985. Sayang, di sini tidak lama karena klub bubar pada pertengahan tahun 1985 dan sehingga kembali ke Persib. Sebagai pelatih, Djanur pernah merasakan gelar juara ketika menjadi asisten pelatih Indra Thohir di Liga Indonesia (LI) I/1994-1995 dan masih dipercaya hingga tahun 1996.

Setelah itu dia lebih memantapkan karier kepelatihan dengan menukangi PERSIB Junior (U-23). Pada tahun 2006 lagi-lagi dia mendapat kepercayaan sebagai asisten pelatih untuk mendampingi Arcan Iurie. Djanur sempat berkelana dengan menjadi pelatih klub di luar Persib.

Bank bjb Tandamata

Namun, jiwa Persib masih sangat melekat hingga pada tahun 2012, manajemen Persib kembali mempercayakan dirinya untuk menukangi tim sebagai pelatih kepala dalam mengarungi Indonesia Super League tahun 2013 hingga 2016 dan 2017 dia didapuk menukangi PSMS yang masih di Liga 2 hingga sekarang.

Tim berjuluk Ayam Kinantan ini juga telah melakukan berbagai persiapan untuk memenangkan laga bertajuk El Clasico-nya Indonesia itu. PSMS juga dipastikan mendapatkan amunisi tambahan. Mereka adalah Reinaldo Lobo yang kembali bermain usai sanksi satu pertandingan karena akumulasi kartu, Suhandi dan Dilshod Sharofetdinov juga kembali fit dari cederanya.

Sedangkan, Sadney Urikhob tinggal menanti kesiapan dari masalah keluarga yang sedang dihadapinya. Sebelumnya, empat pemain pilar ini absen saat PSMS melakoni laga away kontra Borneo FC. “Pemain yang absen lawan Borneo FC sudah bisa dimainkan. Dilshod dan Suha sudah oke. Kecuali Rohim (kiper tinggal pemulihan stamina). Pemain juga tidak ada akumulasi kartu saat lawan Borneo,” jelas Djanur.