BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Dilema di Balik Kasus Positif Corona Kota Sukabumi

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Kota Sukabumi seolah dilema dalam mengonfirmasi satu warganya yang dinyatakan positif corona berdasarkan tes swab. Sebab pasien tersebut sudah tiga tahun tidak berada di Kota Sukabumi.

Hal inipun disampaikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. “Dari data yang kami terima ini ada satu orang pasien dari hasil swab dinyatakan positif corona,” kata Achmad Fahmi dalam konferensi pers di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2020).

“Meskipun yang bersangkutan tiga tahun sudah tidak tinggal di Kota Sukabumi, tapi karena data kependudukan masih di wilayah Kota Sukabumi sehingga tetap tercatatkan di Kota Sukabumi,” lanjutnya.

Di lain hal, Juru Bicara Media Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana memberikan konfirmasi mengenai kesimpang siuran data positif yang dirilis pada tanggal 1 April 2020 pukul 12.00 WIB. Sebelumnya disebutkan bahwa 2 orang dikonfirmasi positif corona berdasarkan tes swab.

Namun terjadi perubahan data, tepatnya saat walikota mengonfirmasi lewat konferensi pers di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. “Ya benar terjadi perubahan data. Awalnya data yang masuk dua positif, tapi satu dengan alamat di Jakarta dan satu di Kota Sukabumi,” kata Wahyu kepada Radarsukabumi.com, Kamis (2/4/2020).

Untuk pasien positif corona yang berdomisili di Jakarta, terang Wahyu, datanya dianulir dikarenakan beberapa hal. Salah satu alasan utamanya adalah yang bersangkutan masih tercatat sebagai warga DKI Jakarta.

“Tercatat domisilinya di Jakarta, tapi bekerja di Kota Sukabumi belum ada satu tahun. Di Kota Sukabumi dia tidak ada keluarga,” tukas Wahyu.

Sementara itu, data yang dirilis hari ini, tanggal 2 April 2020 untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sejumlah 78 orang. Sementara yang telah dinyatakan selesai sebanyak 72. Sehingga jumlah kasus ODP adalah 150 orang.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak mengalami perubaha, yang masih dalam pengawasan 4 orang. Untuk PDP yang dinyatakan sembuh sebanyak 14 orang. Dengan demikian total kasus PDP adalah 18 orang. (izo/rs)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button