Diduga Jadi Pemicu Banjir, Bupati Kecewa Warga Bangun Rumah di Sepadan Sungai

  • Whatsapp

SUKABUMI — Pembangunan rumah disepadan hulu sungai cicatih disebut-sebut biang terjadinya banjir Bandang yang menyapu ratusan rumah tersebar di 12 desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Senin (21/09). Bahkan menurut orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami menuturkan saat meninjau lokasi bahwa dirinya mengimbau warga tidak lagi membikin rumah di sepadan sungai.

“Kami mengecek, hasilnya kami himbau warga tidak lagi bikin rumah di sepadan sungai. Karena di Nyangkowek itu sudah sungai banyak pancang-pancang tihang sehingga rumahnya terkena, dan nanti kami meminta untuk mensosialisasikan,” katanya saat di Lokasi.

Bacaan Lainnya

Bahkan dirinya secara tegas, meminta kepada aparat setempat untuk tidak memberikan izin kepada warga agar tidak membangun rumah sepadan sungai. “Kami meminta desa dan camat untuk selalu menghimbau warga saat mebangun rumah yang berada di area sempadan sungai. Bila perlu jangan diizinkan,”tegasnya.

Sebelumnya, lokasi bencana banjir bandang jadi tontonan, tak hanya relawan tetapi sejumlah warga yang penasaran terang bencana ini mulai berdatangan. Bahkan, secara spontan warta setempat menbuat parkiran di lokasi.

Salah seorang warga Dudih Sunarya (45) mengatakan sejak pagi sejumlah warga sekitar dan sejumlah relawan terus berdatangan ke lokasi. Ada yang membantu evakuasi ada yang hanya menonton saja.

“Ia pak sejak pagi warga berdatangan sejumlah relawan pun sudah ada dari berbagai instansi, “jelas Dudih kepada Radar Sukabumi.

Diketahui sebelumnya, Dua korban bencana banjir bandang yang menyapu ratusan rumah tersebar di 12 desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Senin (21/09) sore ditemukan di aliran sungai sekitar 10 KM dari Tempat kejadian.

Informasi yang dihimpun, kedua jasad tersebut adalah Hasim (70) warga Kampung Aspol RT (04/ 07) Kelurahan Cicurug dan Jeje Jured (58) asal Kampung Cijolong RT (05 /05) Desa Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasik.

“Sudah ditemukan dan bahkan sudah dimakamkan, yang pertama ditemukan diwilayah Tenjojaya Cibadak atas nama Hasyim, satu jenazah atas nama Jeje Jured ditemukan diwilayah Parungkuda, “jelas salah seorang relawan di lokasi kepada Radar Sukabumi.

Diketahui saksi mata yang juga tetangga korban Fery Firmansyah (48) mengatakan Hasyim korban Hasyim terseret banjir bandang saat berada disekitar sungai mengambil pasir. Menurutnya, Hasyim sudah 20 tahun bekerja kuli di lokasi tersebut. Nahasnya lagi, rumah hasyim pun ikut terseret musibah ini.

“Saat ini jasad korban sudah dibawa ke kediamannya dan langsung disemayamkan. Korban juga meninggalkan tiga orang anak dan istri bernama Biah,” kata Fery.

Sementara itu, jasad korban lainnya yakni Jeje Jured (58) asal Kota Tasik. Ia dikabarkan terseret arus sungai Cibuntu sesaat melakukan aktivitas seperti biasanya sebagai buruh di Pabrik Roti.

“Posisi Mertua saya ini saat di dalam Pabrik Roti. Namun, tiba-tiba air deras menghantam lokasi ini hingga terbawa banjir,” ungkap Ade Dias menantu korban.

Rencananya, kata Ade jasad Jeje pun langsung di bawa ke Kampung halamannya di Kampung Cijolong RT (05 /05) Desa Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasik.

“Langsung di bawa dan dimakamkan di tempat kediaman duka di daerah Tasik Jawa Barat,” pungkasnya.

Sementara satu korban lagi sudah ditemukan dan sedang dievakuasi di Aliran sungai pamuruyan Cibadak atas nama Ajo. Namun, hingga kini keberadaan mayat Ajo masih diidentifikasi pihak kepolisian. (hnd)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *