Noneng juga mengingatkan bahwa garis kemiskinan berbeda di tiap daerah karena dipengaruhi harga kebutuhan dan pola konsumsi masyarakat. “Garis kemiskinan itu mengacu pada standar konsumsi. Jadi masyarakat yang pengeluarannya masih di bawah standar itulah yang masuk kategori miskin,” paparnya.
Dengan tren penurunan ini, ia berharap berbagai program penanggulangan kemiskinan dapat terus diperkuat, sehingga penurunan tidak hanya terjadi secara angka, tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. (ris/d)




