“Sementara untuk bencana angin kencang telah merusak tiga rumah warga di Kampung Pasir Awi, RT 13/4, Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal. Sedangkan untuk bencana pergerakan tanah telah menyebabkan anjloknya akses jalan perkampung di Kampung Nyalindung, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya,” tukasnya.
Dari bencana tersebut, kata Daeng, telah terdapat sebanyak 8 KK atau 12 jiwa yang terdampak. Sementara, untuk korban terancam terdapat 4 KK dan 8 jiwa. Bukan hanya itu, cuaca ekstrim ini juga menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana. Diantaranya, 7 rumah rusak dengan kategori ringan dan 3 rumah lainnya terancam. Sementara, untuk kerusakan fasilitas umum. Yakni, satu jembatan, dua tembok penahan tanah (TPT), satu saluran irigasi dan satu unit bangunan sekolah.
“Tidak ada korban jiwa pada bencana alam itu, hanya saja untuk jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp152 juta,” pungkasnya. (den/d)






