Catatan Spiritual Perjalanan Umrah Jurnalis Radar Sukabumi (3 Habis), Ada Lambaian Tangan Askar, Beri Jalan Cium Hajar Aswad hingga Lama di Hijir Ismail

Umrah Pasca Pandemi
JALIN SILATURAHMI: Foto bersama para pembimbing dan para jamaah umrah Ambassador Tour and Travel Kelompok 7 Agustus 2022 usai ziarah di sekitar Masjid Nabawi, Jumat (12/8/2022).

MAKKAH Semua bermula dari totalitas keyakinan akan firman Allah SWT dalam QS Yasin Ayat 82: “Innamaa amruhuuu izaaa araada shai’an ai-yaquula lahuu kun fa-yakuun“. Menemukannya ketika mengaji pagi sebelum beraktivitas. Entah kenapa ketika berada di ayat itu, mata tidak ingin terpejam dan sungguh hati ini terdiam sejenak seolah ada hal yang mengajak untuk berkomunikasi lebih dalam dan hal itupun terus berlanjut.

SRI SUMARNI, MAKKAH

Bacaan Lainnya

Maklum manusia, Jurnalis Radar Sukabumi pun menyadari dan sering mengetesnya, benar apa tidak. Ternyata, tidak perlu dites oleh manusia. Sungguh ini hal nyata.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Tuhanku mengabulkan setiap ungkapan hati saat berusaha berkomunikasi dengan-Nya di sepertiga malam. Setiap impian yang menurut kebanyakan manusia sulit, ternyata Allah SWT selalu kabulkan.

Sebenarnya ada tiga impian besar jurnalis yang awalnya tidak yakin tercapai karena keterbatasan dan ketidakmampuan. Pertama melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana (S2), beribadah ke Tanah Suci dan kuliah doktoral (S3). Subhanallah, ucapan manusia yang acap kali menyakitkan sampai ada yang menyangka jurnalis perempuan yang satu ini ‘setengah gila’ lantaran impiannya yang jaraknya bak langit dan bumi itu nyatanya Allah SWT redam seketika dengan berbagai Miracle (Keajaiban,red) yang datang bertubi. Mulai dari dapat merampungkan kuliah S2 dan diundang ke Tanah Suci.

Jika dimintai penjelasan lebih lanjut, jurnalis pun rasa-rasanya sulit mengungkapkan dan air mata yang menjadi saksi.

“Subhanallah, ada campur tangan Allah SWT di dalamnya. Yakini bahwa Kun Fayakun yang ada dalam QS Yasin Ayat 82 itu sungguh nyata adanya. Allah SWT adalah Maha Pencipta dan Maha Berkehendak tanpa ada seorang pun yang bisa mengatur-Nya, jadi biarkanlah manusia bicara karena lagi-lagi Allah SWT yang Acc,” tutur Sri Sumarni, Jurnalis Radar Sukabumi.

Semua jalan terasa terang meski kadang bertemu kerikil di dalamnya dan itu wajar adanya. Kini fase kedua baru saja dilewati. Fase dimana menerima undangan-Nya ke Tanah Suci.

Ingat apa yang dikatakan Direktur Utama Ambassador Tour and Travel, Agah Sumpena bahwa Allah memampukan orang-orang yang diundangnya.

“Alaa Kulli Hal, Allah SWT yang maha pemurah, maha pengasih dan maha penyayang, memberikan rezeki dari arah yang tidak pernah terkirakan. Tetaplah fokus untuk ibadah dan memohon ampunan,” tutur Agah saat di temui di kantornya Jl RE Martadinata Kota Sukabumi usai manasik umrah.

Hari itu Senin (8/8/2022), tepat hari ulang tahun Jurnalis Radar Sukabumi ini  Hari dimana rombongan jamaah umrah Ambassador Tour and Travel berada di Makkah Al-Mukarramah. Usai melaksanakan salat Asar berjamaah, bersama pembimbing Ustaz Sanjudi dan Ustazah Evah Nursaidah seluruh jamaaah mengitari Kakbah bersama ribuan bahkan jutaan jamaah umrah lain dari seluruh dunia.

Keajaiban demi keajaiban pun dimulai. Jurnalis Radar Sukabumi sempat terlepas dari rombongan, seolah ada yang mengantarkan untuk menuju ke bangunan berbentuk kubus/segi empat yang menyerupai sebuah ruangan besar dan terletak di tengah-tengah Masjidil Haram itu.

Hawa panas yang dihembuskan dari tubuh-tubuh manusia pun mulai terasa, berbagai bahasa yang menyebut keangungan sang pencipta pun terdengar, sikut menyikut terlihat dari jamaah yang berpostur tubuh tegap tinggi dan berwarna gelap. Tenaganya sangat kuat. Ada yang terseret ke tengah, samping dan belakang. Sementara perawakan jurnalis pendek dan tambun.

Sampailah pada bangunan Kakbah, doa-doa pun dilantunkan. Namun saat di posisi dekat dengan pintu Kakbah, jurnalis sempat sulit untuk bernafas saking tidak ada jarak dengan jamaah lain. Sesaat setelahnya, ada lambaian tangan dari seorang askar Arab yang bergelantung diantara Hajar Aswad.

Ia mengangguk dan melambaikan tangan seraya meminta jamaah lain untuk memberikan jalan untuk jurnalis mencium Hajar Aswad.

“Atas izin Allah, jalan itupun perlahan terbuka dan akhirnya dapat menciumnya. Wanginya khas, lebih wangi dibanding wewangian yang ada di muka bumi. Saat itu mau mengeluarkan kepala karena kasihan melihat jamaah lain ingin melakukan hal yang sama, akan tetapi askar Arab itu memegang kepala bagian belakangku untuk menciumnya kedua kali, Alhamdulillah semua ada campur tangan Allah di dalamnya,” ucapnya.

Tiga hari berikutnya tepatnya Kamis (11/8/2022) sebelum meninggalkan Makkah menuju Madinah, jurnalis dan teman sekamar Ine Ekawati dan Dede Sarwanda bergegas ke Masjidil Haram untuk melaksanakan salat tahajud. Setelah sebelumnya diberi pengarahan oleh Ustazah Evah terkait Hijir Ismail.

“Sebelum bertemu rombongan lain untuk melakukan Tawaf Wada, teman sekamar sempat ragu dan khawatir. Akan tetapi karena keyakinan kuat Allah SWT selalu bersama kita akhirnya saya dan teman sekamar berangkat lebih dahulu ke Masjidil Haram. Memang sih sempat diusir oleh seorang perempuan arab yang bertugas berjaga di Hijir Ismail. Namun beberapa detik kemudian, kami diraih oleh askar laki-laki dan menyarankan kami untuk menempel di sekat berwarna putih. Alhamdulillah beberapa menit kemudian kami dipersilahkan untuk masuk ke area Hijr Ismail dan kalau jamaah lain diusir untuk segera meninggalkannya, kami bertiga diberi waktu lama untuk melaksanakan salat tahajud dan salat sunat Mutlak di Hijr Ismail sambil melantunkan doa-doa terbaik yang telah diajarkan sebelumnya oleh pembimbing yakni Ustazah Evah, Askar Arab itu bilang Hajjah Hajjah Welcome. Alhamdulillah di Raudhah juga sama, kami lama sekali di sana,” tuturnya.

Seluruh rombongan umrah Ambassador Tour and Travel akhirnya Check Out menuju Jeddah untuk City Tour mengunjungi Masjid Terapung, Masjid Qishas, Makam Siti Hawa dan Corniche/tempat berbelanja dan kebun kurma.

Layaknya di hotel, selama di perjalanan City Tour pun yang namanya makanan tersedia lengkap ada makanan ringan pun berat. Sehingga seluruh jamaah pun merasakan bagaimana perut mereka tidak merasa lapar dan haus.

“Masya Allah ini makanan kata bahasa Sunda nya ibarat bro dijuru bro di panto ngalayah di tengah imah, ya di hotel ya di bus tidak disapirakeun. Alhamdulillah berkah layanan yang ibu rasakan cukup puas, ibu mah niat kalau ada rezeki nanti mau mengajak anak-anak dan mantu umrah di Ambassador,” ungkap jamaah umrah, Yayat Nurhayati.

Selama City Tour, semua jamaah dikenalkan dengan tentang tempat-tempat yang kini menjadi kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Di tempat-tempat wisata Islami ini, jamaah disarankan untuk tetap menjaga keselamatan. Karena sama seperti di Indonesia, di Tanah Arab pun banyak terjadi aksi pencopetan. Selama perjalanan,  jamaah diingatkan untuk tetap berada di barisan bersama para pembimbing.

Saat di Jabal Rahmah, ada kejadian yang diluar prediksi. Salah satu jamaah umrah bernama Jae Adih sempat dipalak oleh warga setempat yang berprofesi sebagai tukang foto keliling. Uang senilai Rp2.250.000 diambil paksa oleh tukang foto keliling itu.

“Iya waktu itu saya difoto tadinya untuk kenang-kenangan, pas saya mau bayar malah semua uang saya diambil paksa tapi Alhamdulillah saya ditolong oleh para pembimbing umrah Ambassador yaitu Ustaz Sanjudi dan Ustazah Evah serta jamaah umrah Ambassador yang kompak semuanya. Alhamdulillah uang saya Rp2.250.000 yang sempat diambil paksa itu dikembalikan lagi setelah Ustaz Sanjudi dan Ustazah Evah naik ke puncak Jabal Rahmah dan meminta tukang foto itu dengan bahasa Arab untuk mengembalikan semua uang saya, terimakasih banyak,” ucap Jae Adih didampingi Istrinya Rokayah seraya bersyukur.

Memang tidak lama setelah kejadian pemalakan tersebut, para pembimbing umrah Ambassador dengan sigapnya langsung menaiki bebatuan besar hingga ke puncak Jabal Rahmah. Seperti Ustazah Evah yang secara spontan menarik gamis hitamnya ke atas agar lincah menaiki bebatuan terjal hingga ke puncak. Untungnya pakai celana panjang. Padahal sepengetahuan jurnalis Radar Sukabumi, Ustazah Evah belum pernah naik hingga ke puncak Jabal Rahmah.

“Alhamdulillah semua atas izin Allah semua uang jamaah kami yang diambil paksa oleh tukang foto keliling itu dikembalikan dengan utuh, kami para pembimbing meminta dia dengan menggunakan bahasa Arab dan terus memberikan penjelasan bahwa uang yang diambilnya secara paksa itu haram. Alhamdulillah Allah bukakan hatinya untuk mengembalikan uang jamaah kami,” tutur Ustaz Sanjudi dan Ustazah Evah.

Para pembimbing umrah ini pun tidak bosan-bosannya mengingatkan kembali seluruh jamaah untuk tetap waspada, jaga tas dan tetap berada bersama pembimbing. Agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terulang.

Tak terasa hari berlalu dan kegiatan demi kegiatan pun telah dilaksanakan. Hotel tempat jamaah menginap sangat dekat dengan pintu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di kedua area itu memang berada dalam kawasan perbelanjaan. Tidak sedikit jamah yang sudah berumur meminta jurnalis untuk menemani mereka berbelanja dan meminta bantuan untuk menawarnya.

“Di sini tawarlah sampai 50 persen dan menawarnya sambil lalu, biasanya para pedagang suka menurunkan harga,” ucap Ustazah Evah.

Benar saja, trik tersebut lancar jaya dan jurnalis lakukan dengan memakai bahasa Inggris dan Arab seadanya. Akhirnya para jamaahpun pulang ke hotel dengan senang hati karena membawa barang belanjaan yang diinginkannya dengan harga terjangkau.

Bagi para calon jamaah umrah maupun haji yang nanti hendak ke Tanah Suci, jangan khawatir. Tenang saja, di semua kawasan perbelanjaaan baik di Makkah dan Madinah rata-rata bisa bertransaksi menggunakan rupiah.

“Hajjah-hajjah please come here, disini bisa pakai uang Jokowi (Rupiah,red),” ungkap Amir, salah satu pedagang asal Bangladesh di Makkah.

“Ya, silahkan ukhti pilih disini ada gamis bagus gamis Ayu Ting-Ting bisa beli dengan uang Jokowi juga,” timpal Achmad, pedagang gamis asal Jeddah di Madinah.

Sebelum bertolak ke Tanah Air, seluruh jamaah diajak untuk ‘botram’ tamis setelah shalat isyraq di pelataran Masjid Nabawi. Seperti diketahui, Arab Saudi bukan saja menjadi negara tempat tujuan jamaah untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah, tapi juga menjadi destinasi wisata muslim dunia.

Selain menjadi tempat wisata menarik, negeri padang pasir ini juga mempunyai makanan khas yang dapat menjadi sarana wisata kuliner. Ya, apalagi kalau bukan Tamis. Makanan rakyat Arab Saudi ini ternyata mampu menggugah selera dan lumayan cocok di lidah para jamaah umrah Ambassador Tour Sukabumi.

Cara memasak roti bundar berdiameter hingga 30 cm dengan ketebalan 1 cm tersebut cukup sederhana. Tinggal dipanaskan saja dalam tungku tradisional.

“Tamis ini adalah makanan rakyat Arab Saudi, warga setempat selalu menjadikan makanan ini sebagai menu sarapan harian mereka, selain praktis, harga tamis pun sangat terjangkau. Untuk menikmati roti ini warga setempat biasa menjadikan berbagai sayur (qilabah) dan kacang-kacangan (ful) sebagai sambal cocolannya, ” tutur Pembimbing Umrah Ambassador Tour Sukabumi, Ustazah Evah Nursaidah.

Mulyati Livianti, namanya. Warga Perum Griya Selabumi Kota Sukabumi ini menceritakan pengalamannya selama umrah. Perempuan ramah yang murah senyum itu membawa serta anggota keluarganya untuk sama-sama berangkat umrah bersama Ambassador Tour.

Livi, biasa ia disapa sempat dibuat kaget dengan kuliner yang satu ini karena menurutnya seumur hidup baru dengan Ambassador Tour mencicipi Tamis di Masjid Nabawi, Madinah.

“Masya Allah sungguh jamuan luar biasa, seumur hidup saya baru kali ini makan tamis berjamaah di Masjid Nabawi. Ini akan menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan, senang umrah di sini kekeluargaannya dapat, layanannya luar biasa puas makanannya itu loh yang di restoran banyak menu Indonesianya juga,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Ambassador Tour and Travel, Agah Sumpena menyambut hangat para jamaah umrah. Pihaknya komitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah all out.

“Para jamaah umrah ini adalah tamu Allah, kami manajemen Ambassador Tour mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah umrah yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada kami untuk melayani para jamaah sejak pendaftaran, pelaksanaan program umrah di Tanah Suci dan pembinaan pasca umrah setelah jamaaah kembali ke Tanah Air. Kami pastikan layanan terbaik akan diberikan untuk semua jamaah umrah dan haji plus Ambassador, raihlah pengalaman ibadah umrah terdahsyat bersama kami di Tanah Suci,” tegas Agah saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (7/8). (*)

Pos terkait