Bu Dosen Cantik Ini Diduga Nistakan Agama Hindu, Ini Agamanya Dulu

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Dosen Uhamka Desak Made Darmawati dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan agama Hindu. Desak Made Darmawati diduga menghina agama saat berpidato dalam forum yang dihadiri banyak orang.

Dalam forum itu, Desak Made Darmawati menceritakan pengalamannya saat masih kecil. Selain itu, dia juga membeberkan alasannya pindah agama dari Hindu ke agama Islam.

Desak Made Darmawati mengatakan, saat masih kecil, dia pernah diajak oleh ayahnya untuk menonton upacara ngaben.

“Saya dari umur 5 tahun, digendong bapak saya, diajak ke alun-alun. Di situ ada orang meninggal, diaben, dibakar dan sebagainya. Saya ketakutan dan panas dingin,” ucapnya.

Ia mengaku bingung dengan konsep Trimurti di dalam konsep ketuhanan Hinduisme.

“Ada Trimurti Brahma, Wisnu, Siwa. Pencipta, Pelebur, Pemelihara. Jadi saya lebih bingung juga, kok ada banyak Tuhan gitu loh,” katanya sambil tertawa.

Ia juga diduga menghina ritual peribadatan agama Hindu dengan menceritakan kisah tentang ayah kandungnya sendiri yang melaksanakan sembahyang malam. Ia menyebut agama Hindu adalah agama yang mengakal-akali.

“Pohon beringin diselimuti pakai kain hitam putih. Saya pribadi mengasosiakan itu, mohon maaf nih, agama Hindu itu budi akal manusia. Kenapa? Diakali-akali gitu lho,” ucapnya.

Desak juga diduga menghina Bali dengan menyebut bahwa Bali adalah pusat setan terbesar di dunia, di samping India, Cina, dan Korea.

Ia mendasarkan pendapatnya itu lantaran di Bali tidak terdengar suara adzan.

“Menurut saya, setan terbesar di dunia ini India, Bali, Cina, Korea. Kenapa? Pertama tidak ada azan. Dijemput setannya, pakai sajenan, pakai potong ayam putih, itam, disajikan di rumah,” katanya.

Desak mengajari para peserta yang mendengarkan pidatonya agar tidak membuka pintu saat adzan berkumandang.

“Kalau adzan, pintu jangan dibuka. Mohon maaf, manusia yang saat hidup tidak beragama Islam, dia mau kembali ke dunia, mau masuk Islam. Makanya dia ada di pintu-pintu yang adem. Makanya adzan jangan buka pintu. Makanya di Bali setan diundang,” katanya.

Desak Made Darmawati diketahui berasal dari Girikesuma, Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali. Dia diketahui tinggal di Payangan Bali hingga tamat SMPN 1 Payangan. Desak kemudian melanjutkan SMA di Denpasar.

Tamat SMA, Desak Made Darmawati ikut kakaknya merantau ke Jakarta dan kuliah di salah satu universitas. Sejak saat itu, kakaknya kehilangan kontak dengan Desak.

Keluarganya hanya tahu kalau Desak sudah menikah. Namun mereka tidak tahu siapa suami Desak Made Darmawati. Setelah bertahun-tahun, keluarganya akhirnya mendengar kabar Desak lewat video ceramahnya yang viral di media sosial.

Desak Made Darmawati adalah Dosen Pendidikan Ekonomi di FKIP Uhamka. Dia juga menjabat Ketua Pusat Kewirausahaan dan Karier Mahasiswa Uhamka. Desak Made Darmawati menjadi sorotan publik setelah videonya yang diduga menghina agama Hindu viral di media sosial. (PS/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *