Tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah, Muhammad Sugeng Murstad (64), mengungkapkan bahwa lokasi Bukit Senyum memiliki nilai historis sebagai tempat latihan tempur dan penerjunan pasukan pelopor pada tahun 1970–1971.
“Dulu tempat ini dikenal sebagai Gunung Butak. Nama Bukit Senyum muncul dari anak-anak muda yang sering bermain dan berpacaran di sini,” kenangnya.
Sugeng juga berharap agar fasilitas mes Menpor yang pernah ada di Palabuhanratu dapat dihidupkan kembali sebagai bagian dari pelestarian sejarah.(ndi/d)






