Langkah awal pun dirancang. TKSK akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari jalan keluar. DS butuh lebih dari sekadar larangan bermain gadget. Ia butuh ruang aman, pendampingan psikologis, dan yang paling penting: perhatian yang tidak menghakimi.
Kisah DS adalah alarm bagi kita semua. Bahwa teknologi, meski bermanfaat, bisa menjadi pisau bermata dua. Bahwa anak-anak tidak hanya butuh koneksi internet, tapi juga koneksi emosional. Dan bahwa di balik layar yang menyala, bisa saja ada jiwa yang perlahan meredup.(lea)






