Biadab, Bayi Hasil Hubungan Gelap di Palabuhanratu Dibuang di Selokan, Begini Kondisinya 

  • Whatsapp
Bayi
PENGECEKAN : Kondisi mayat bayi yang dibuang ke selokan saat berada di rumah sakit Palabuhanratu saat dilakukan pengecekan oleh petugas dengan didampingi aparat

SUKABUMI – Mayat bayi berjenis kelamin laki – laki dengan kondisi ari ari masih menempel di kulit ditemukan mengambang di selokan, tepatnya di Kampung Tonjong, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (08/10). Diduga bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap.

Informasi dihimpun Radar Sukabumi, sesosok mayat bayi laki – laki itu pertamakali ditemukan warga yang tengah melintas tidak jauh dari lokasi ditemukan mayat tersebut sekitar pukul 06:30 WIB. Awal ditemukan warga itu menyangka boneka, namun setelah didekati ternyata mayat bayi laki – laki.

Bacaan Lainnya

“Awalnya saya baru pulang ziarah ketika melewati galian pohon jambu ke arah selokan itu (tempat ditemukan mayat bayi). Saya melihat seperti ada boneka atau apa gitu,” ujar H. Iman warga yang pertama kali menemukan mayat bayi.

Iman mengaku penasaran dengan apa yang dia lihat, lalu mencoba melihat lebih dekat lagi, karena mirip dengan boneka. Namun ternyata setelah didekati dan melihat dengan seksama Iman kaget karena apa yang dilihatnya itu mayat bayi laki – laki.

“Kaget, kemudian saya berteriak sambil memberitahukan kepada warga lainnya. Saya kasih tahu saudara tetangga sebelah, mereka juga awalnya seperti tidak percaya hingga akhirnya berdatangan untuk melihatnya,” papar Iman.

Jasad mayat bayi tidak berdosa tersebut ditemukan dalam kondisi mengambang dan nyaris tersedot air saluran ke kolam milik warga.

“Kepalanya itu kesedot saluran air yang mau ke kolam. Tadi juga warga langsung ngasih tahu ke bidan setempat dan langsung diangkat sama bidan untuk dibawa ke rumah sakit Palabuhanratu,” tandasnya.

Kasat Reskrim) Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila membenarkan, adanya temuan mayat bayi laki – laki di selokan oleh warga yang tengah melintas di sekitar selokan tempat kejadian perkara (TKP).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *