“Alhamdulillah baru saja kita melakukan kewajiban kifayah memakamkan bayi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipeuteuy, Desa Cikaret,” bebernya.
Ketika disinggung mengenai penyebab kematian bayi tersebut, Tomy menjawab. Bahwa meninggalnya bayi itu akibat hiportemia atau suhu tubuh berada dibawah rentang normal tubuh bayi.
Ini terjadi karena bayi tersebut telah dibuang oleh orang tidak bertanggungjawab hampir 12 jam lamanya. Saat ditemukan di alam terbuka, bayi itu masih terdapat tali ari-ari dan berlumuran darah, tanpa sehelai pakaian apa pun saat ditemukan warga kostan Ciseke, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes.
“Memang, untuk kondisi kesehatannya bayi tersebut saat ditemukan mengalami, stress napas paru-paru dan suhu dibawah normal dengan suhu 32 derajat. Makanya, saat perawatan pertama tim medis telah memberikan ventilator atau alat bantu pernapasan kepada bayi itu. Jadi, berdasarkan keterangan tim medis bayi ini meninggal karena hiportemia,” pungkasnya. (den/d)






