Sebagai penanggungjawab anggaran, sambung Anzar, Bawaslu siap sanding data yang mereka miliki dengan tudingan dari HIPPMA Sukabumi. “Mari kita sanding data, kita cari solusi, apa yang mereka sangkakan kita jelaskan dengan data yang ada di kita,” tukasnya.
“Saya pribadi sebagai penanggungjawab anggaran, tentunya harus menyampaikan yang real ada seperti apa. Tidak mungkin Bawaslu misalkan ada indikasi Korupsi. kalaupun memang itu terjadi, di audit itu pasti ada temuan yang harus ditindaklanjuti, ternyata sampai hari ini saya masih berdiri disini berarti tidak ada persoalan,” dalih Anzar.
Sambung Anzar, dari total dana hibah senilai 31,3 miliar, alokasi anggaran tersebut tidak hanya di pakai Bawaslu Kabupaten Sukabumi, namun dana terbesar diserap oleh Panwascam di 47 Kecamatan se Kabupaten Sukabumi.
“Dari 31,3 M itu kebanyakan prosentase itu adalah untuk operasional Panwascam. Kalau memang di (tingkat) Kecamatan itu ada permasalahan kan itu akan muncul, namun sampai hari ini kita tidak mendapat persoalan terkait hasil audit itu,”tegasnya. (hnd)






