Saat ini, pihak sekolah tengah melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan melaporkan persitiwa ambruknya atap bangunan sekolah tersebut. “Mudah-mudahan pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk membangun kembali gedung sekolah yang ambruk ini. Sehingga, proses KBM di SDN Tipar kembali dapat berjalan maksimal,” tandas Encep.
Seorang Bhabinkamtibmas Desa Nangerang, Polsek Jampangtengah, Brigadir Tisna FBA mengatakan, ambruknya bangunan kelas V SDN Tipar tersebut, diduga kuat selain akibat dari hujan deras, juga karena tidak kuatnya penyangga atap bajaringan yang menahan beban genting prees yang terbuat dari tanah.
“Padahal bangunan kelas V ini dibangun sekitar tahun 2014. Namun, karena kontruksinya jelek, maka saat diguyur hujan deras langsung atap bangunan itu ambruk seketika,” ujarnya.
Saat pihaknya meninjau lokasi gedung sekolah yang ambruk, ia bersama sejumlah perangkat Desa Nangerang langsung membantu melakukan evakuasi dan membersihkan material bangunan. “Selain itu, kami juga menghimbau kepada seluruh siswa agar berhati-hati dalam kegiatan KBM,” pintanya.(den/t)





