BERITA UTAMADPRD Kabupaten SukabumiKABUPATEN SUKABUMI

Ade Dasep : Kebenaran itu Satu, Segera Berhimpunlah Dalam Kebaikan

SUKABUMI — ‘Orang yang paling benar menurut umat di Muka Bumi ini cuma satu, yakni Nabi Muhammad SAW. Kitab suci yang paling benar cuma satu yakni Alquran. Dan kebenaran cuma satu, tiada dua seperti Allah yang maha tunggal’, hal itulah yang dikatakan oleh Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin.

“Nabi kita Muhammad menjelaskan bahwa kitab Alquran adalah kitab suci yang merupakan penyempurnaan kitab sebelumnya, begitupun Rosul Muhammad adalah orang yang sempurna akan kebenarannya dari nabi sebelumnya. Satu untuk semua Umat, semua untuk satu dalam kebenaran, “jelas Ade Dasep kepada radar sukabumi setelah melakukan Mesjid Jami Al hikmah Desa Cikembar Kecamatan Cikembar Jumat (13/03) kemarin.

Namun, begitu berdasarkan QS Az-Zumar ayat 28 sampai 36 menyampaikan bahwa dalam kitab suci Al-quran memberikan segala macam perumpamaan supaya manusia paham. Para ulama sepakat jika terjemahan padanan ayat Alquran bukan Alquran. Kosakata dalam Alquran mengandung penafsiran yang sangat jelas, tetapi dalam kosakata yang belum tentu ada di bahasa lain. Oleh karena itu, Alquran tidak bisa diterjemahkan. Jangankan dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Arab pun masih harus ditafsirkan, dan bukan dialihbahasakan.

“Nah yang saya ingin sampaikan bahwa penafsiran itu bersifat relatif karena penafsiran tidak terlepas dari pengaruh yang menafsirkan. Kita harus bersyukur karena adanya aneka penafsiran itu menjadikan seorang muslim kaya dan dihadapkan pada aneka pilihan yang boleh jadi semuanya benar. Berpikir membuat manusia menjadi lebih kritis, “terangnya.

Menurut Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi melanjutkan bahwa penafsiran boleh jadi semua benar karena setiap orang yang ingin menafsirkan Alquran memerlukan sejumlah syarat. Bahkan setiap ilmu juga memerlukan syarat, apalagi untuk menafsirkan Alquran.

“Nah disini saya ingin mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi berlomba-lomba untuk menemukan kebenaran yang tertuang dalam Alquran. Makanya untuk Wakaf Alquran kali ini beserta terjemahnya, diharapkan yang membaca langsung memahami setidaknya menurut padangan umum dulu saja sudah baik, apalagi ada niatan untuk memahami secara detail maksud dari ayat per ayat yang dibaca, dan itulah anjuran Nabi kita untuk melakukan rattil atau Study tentang makna Alquran lebih lanjut, “terangnya.

Untuk mewujudkan itu, dirinya sedari tahun 2014 sudah merencanakan satu konsep Sekolah Tinggi Ilmu Alquran di Kabupaten Sukabumi, tujuannya untuk bisa mengembangkan isi dari Alquran itu sendiri. Apa yang dilakukan Wakaf Alquran yang hingga saat ini jumlahnya mencapai 2.389 Alquran yang terwakafkan di 75 Masjid Jamie yang ada di 58 Desa 1 Kelurahan di enam Kecamatan dapil III semata untuk menggugah masyarakat untuk mencari kebenaran yang satu dan tidak bisa berbilang.

Lebih lanjut orang yang juga sebagai sekretaris Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi mengatakan, konsep dan gagasan Budaya Baca, Faham dan Amal Alquran mungkin dipandang sebelah mata oleh beberapa orang, namun dirinya yakin bahwa konsep-konsep gagasan tersebut akan menjadikan satu gerakan untuk mewujudkan kehidupan yang bekemakmuran berdasarkan ilmu Allah. Selain itu juga, apa yang diperbuat seperti menyantuni anak yatim binaan yang belum Aqil baligh yang jumlahnya mencapai 1800 anak itu berdasarkan anjuran didalam Alquran. Dan konsep itu bukan mengada-ngada tetapi berdasarkan keilmuan yang terukur.

“Saya juga tidak melulu soal gagasan, tetapi saya juga ada tindakan berupa pendirian Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN) Baldatun Center, karena saya sadar selain untuk berdaya ilmu tetapi harus berdaya ekonomi. Karena dalam melakukan kajian perlu tenaga, tidak mungkin orang lapar bisa secara khusu menggali isi Alquran jika dalam kondisi lapar, “jelas orang yang juga sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Selain itu juga kehadiran soal keresahan masyarakat yang tersangkut oleh Bank Emok tentunya harus menjadi perhatian serius, makanya kenapa Baldatun mendirikan KGN, untuk membuat solusi bagi masyarakat bahwa koperasi adalah obat dan merupakan soko guru bagi perekonomian Indonesia sejak dulu. “Ketika dijalankan dengan baik, tidak ada hal yang tidak mungkin masyarakat makmur dan tidak ada lagi yang tersangkut Bank Emok atau rentenir, “terangnya.

Nah, konsep gagasan besar ini sebetulnya bisa diterapkan dalam kapasitas lebih luas lagi terutama di Kabupaten Sukabumi. Apakah mungkin ?, sangat mungkin sekali, karena sejarah Sukabumi adalah Kota Santri terkenal ke daerah lain. Dengan memiliki sejarah yang religius sangatlah mungkin, Sukabumi akan menjadi corong daerah lain yang menjalankan kehidupannya dengan Alquran.

“Saya menghimpun dan berhimpun sebuah konsep yang terukur untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi, karena kemajuan dan kemakmuran tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, tetapi perlu konsep dan gagasan yang terukur. Dan saya sudah menyiapkan hal tersebut demi kemajuan daerah tercinta, “tukasnya. (hnd/adv)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button