56 Anak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Kekerasan

Kekerasan Anak
Kekerasan Anak. (foto Ilustrasi/Dok Radar Sukabumi)

SUKABUMI — Sepanjang tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menerima laporan sedikitnya 56 anak di Wiliayahnya jadi korban kekerasan. Hal tersebut dikatakan oleh sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman

Secara proporsional jumlah anak di Kabupaten Sukabumi cukup besar. Menurut sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, hasil sensus penduduk berdasarka usia dan jenis kelamin, bahwa jumlah total penduduk Kabupaten Sukabumi keseluruhan berjumlah 2.761.476 jiwa baik laki-laki-laki maupun perempuan.

Bacaan Lainnya

“Dari jumlah total penduduk 2.761.476 jiwa ini, 33 persen atau 911.617 jiwa diantaranya adalah anak-anak usia 0 sampai 19 tahun dengan rincian anak laki-laki-laki berjumlah 467.416 dan anak perempuan berjumlah 444.201 jiwa,” kata Ade Suryaman kepada Radar Sukabumi pada Jumat (30/09).

Data laporan ke dua yang terlaporkan pada tahun 2021 lalu sebanyak 131 korban anak yang terlaporkan di dalam data Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) DP3A Kabupaten Sukabumi dengan pembagian korban laki-laki sebanyak 30 anak dan 101 anak korban perempuan.

“Sedangkan pada tahun 2022, terhitung pada Januari sampai Juni laporan korban anak sebanyak 56 anak dengan rincian korban laki-laki sebanyak 11 Nak dan korban anak perempuan sebanyak 45 anak,” tandasnya.

Data tersebut menunjukan, bahwa anak-anak sangat rentan mengalami tindak kekerasan dan tindakan lainnya yang menimbulkan banyak tekanan dan kecemasan pada anak. Di satu sisi pengasuhan anak yang kurang tepat dalam keluarga, cenderung mengabaikan perlindungan sosial bagi anak mendorong terciptanya lingkungan yang tidak nyaman dan aman untuk tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi permasalahan yang kompleks tersebut, dibutuhlan kebijakan yang holistik dan integratif. Yaitu, kebijakan perlindungan sosial yang ramah anak yang menjamin tersedianya layanan dasar bagi anak.

“Selain itu, kebijakan dimaksud harus menjamin adanya bantuan untuk mengurangi dampak dari paham-paham radikalisme dan tindakan yang menjurus ke tindakan terorisme,” tandasnya.

Masih ditempat yang sama, Kesos JS Rencana Ahli Madya Kementrian PPA RI, Dianawati Lasmidar kepada Radar Sukabumi mengatakan, data jumlah anak Kabuapten Sukabumi yang menjadi korban kekerasan anak itu, bisa dimaknai positif dan negatif. Sebagai fositifinya berarti masyarakat Kabupaten Sukabumi sudah memiliki where yang sangat baik. Artinya masyarakat Kabupaten Sukabumi sebagai korban, sudah memliki kesadaran untuk melaporkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *